Pemerintah Kembali Buka Rekrutmen P3K Tahap II dan CPNS 2019

Fathurrahman. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) akan mengumumkan hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) usai Pilpres mendatang. Sementara itu, Pemerintah Pusat akan kembali membuka rekrutmen P3K tahap II dan CPNS pada tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si dikonfirmasi di Mataram, Senin, 1 April 2019. Fathurrahman mengatakan, sesuai hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Kemen PANRB di Jakarta belum lama ini, pengumuman hasil seleksi P3K tahap I akan dilakukan usai Pilpres.

Dikatakan, informasi mengenai rencana pembukaan rekrutmen P3K tahap II dan CPNS 2019 disampaikan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam Rakor tersebut. Pihaknya belum mengetahui secara detail apakah rekrutmen P3K tahap II untuk formasi umum atau tidak.

‘’Kita belum tahu apakah umum, tapi P3K tahap II. Belum ada spesifikasi dan kita juga berharap dari seluruh peserta Rakor untuk bisa dibuka secara umum,’’ jelasnya.

Dengan adanya rencana pembukaan rekrutmen P3K tahap II dan CPNS 2019, Fathurrahman menyatakan pihaknya sudah mulai melakukan input data sesuai analisis beban kerja (ABK). Termasuk juga mengenai usulan formasi CPNS 2019.

Baca juga:  Rekrutmen P3K Juli, Pemprov Ajukan Formasi CPNS Dua Kali Lipat

Rekrutmen P3K tahap II rencananya akan dibuka sekitar bulan Juni – Juli. Sedangkan untuk rekrutmen CPNS rencananya pada akhir tahun, seperti 2018 lalu.

Disinggung mengenai formasi yang akan diusulkan, Fathurrahman mengatakan Pemprov membutuhkan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. Karena jumlahnya saat ini masih terlalu jauh jika dibandingkan kebutuhan di lapangan.

‘’Pada rekrutmen P3K tahap I masih bersifat spesifik, untuk eks honorer K2. Harapan kita P3K tahap II untuk formasi umum termasuk dokter-dokter dan guru-guru yang kualifikasinya kita jaring,’’ katanya.

Fathurrahman menjelaskan ada perbedaan antara P3K dan PNS. Ia mengatakan, P3K dapat diberhentikan ketika kinerjanya tidak sesuai dengan harapan. Sehingga untuk P3K dilakukan evaluasi kinerja setiap tahun.

Pada rekrutmen P3K tahap I, berdasarkan data BKD NTB  sebanyak 234 eks honorer K2 memenuhi passing grade atau nilai ambang batas dalam seleksi P3K lingkup Pemprov NTB. Jumlah eks honorer K2 yang dapat ikut tes tulis yang dilaksanakan 23-24 Februari lalu sebanyak 379 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 145 orang tidak lolos passing grade.

Mereka yang memenuhi passing grade terdiri dari guru 217 orang, penyuluh pertanian 15 orang, medik veteriner 1 orang dan pengendali organisme pengganggu tanaman 1 orang. Sementara yang tidak memenuhi passing grade sebanyak 141 orang, semuanya merupakan guru.

Baca juga:  Pemprov NTB akan Rekrut Sisa Eks Honorer K2

Ribuan eks honorer K2 mengadu nasib menjadi P3K di NTB beberapa waktu lalu. Untuk Pemprov NTB, eks honorer K2 yang dapat  ikut tes tulis seleksi P3K sebanyak 379 orang, terdiri dari guru dan penyuluh pertanian.

Dari 379 peserta yang berhak ikut tes tulis, sebanyak empat orang yang tidak hadir. Atau sebanyak 374 orang yang hadir mengikuti tes tulis.

Sebanyak 3.984 pendaftar yang merupakan eks honorer K2 di NTB dinyatakan lulus seleksi administrasi P3K. Pendaftar yang lulus seleksi administrasi selanjutnya berhak ikut tes tulis yang dilaksanakan 23 -24 Februari lalu.

Dengan rincian, Pemprov sebanyak 379 orang, Kota Mataram 62 orang, Lombok Barat 208 orang, Lombok Tengah 752 orang, Lombok Timur 508 orang dan Lombok Utara 56 orang. Selanjutnya, Sumbawa Barat 164 orang, Sumbawa 620 orang, Dompu 35 orang, Bima 1.183 orang dan Kota Bima 17 orang. (nas)