Tujuh Bulan NTB Tak Ekspor Jagung

Panen raya jagung di Kabupaten Dompu beberapa waktu lalu. (Suara NTB/ula)

Mataram (Suara NTB) – Produksi jagung di NTB melimpah. Produksi bahkan berlangsung hampir terus menerus selama setahun. Jagung-jagung NTB ini diangkut keluar NTB. Ironisnya, tidak ada catatan ekspornya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB yang didapat dari Kantor Bea Cukai menyebutkan, selama tujuh bulan terakhir, NTB tak tercatat mengekspor jagung. Padahal pada Agustus 2018 lalu, ekspor di lakukan langsung ke Filipina.

Menurut L. Wahidin, pemilik UD. Pengabdian bahwa pengapalan jagung terus menerus berlangsung. L. Wahidin adalah salah satu penyuplai jagung terbesar di Dompu. Biasanya ia memasok kepada perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor langsung di Surabaya.

Sepanjang tahun 2018, perusahaannya terus menerus memasok jagung dari Dompu. Dari yang diketahuinya, bahkan beberapa perusahaan juga melakukan ekspor langsung ke Malaysia. Sekitar 1 juta ton pada semester II tahun 2018 lalu. Jika ekspor tersebut tak tercatat, kemungkinan ekspornya menggunakan nama daerah lain. ‘’Biasanya dikirim dari pelabuhan ekspor di Surabaya,’’ katanya.

Saat ini ia juga tengah mempersiapkan pasokan jagung ke sejumlah perusahaan di dalam negeri. Ekspor tak dilakukan langsung, mengingat fasilitas ekspor yang masih belum memadai.

Humas BPS Provinsi NTB, Putu Yudhistira membenarkan, dalam beberapa bulan terakhir tidak tercatat pengiriman jagung ke luar negeri. ‘’Kita terima data dari Bea Cukai. Kalau ada ekspor, tapi tidak tercatat, kita ndak tahu juga,’’ ujarnya.

Dalam kegiatan rilis Senin, 1 April 2019 kemarin, hal ini juga disampaikan ke staf ahli gubernur. Jagung adalah komoditas pertanian yang produksinya tidak kecil di NTB. Seharusnya, jagung menjadi pendongkrak ekspor komoditas non tambang.

Ketika hanya dikirim antardaerah, lalu diekspor oleh perusahaan dari daerah lain, secara otomatis jagung NTB yang demikian besar itu tak mempengaruhi neraca perdagangan luar negeri NTB.

Catatan terakhir, nilai ekspor Provinsi NTB bulan Februari  2019 sebesar 1.284.931 dolar Amerika mengalami penurunan sebesar 97,52 persen jika dibandingkan dengan ekspor  bulan Januari 2019 yang bernilai 51.804.875 dolar Amerika.   Ekspor bulan Februari 2019 yang terbesar ditujukan ke Amerika Serikat yaitu sebesar 47,44 persen, disusul ke Cina  sebesar 40,94 persen dan  Korea Selatan 4,25 persen.

Jenis barang ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada bulan Februari 2019 adalah ikan dan udang  senilai 654.674 dolar Amerika (50,95 persen). Daging dan ikan olahan senilai 300.812 dolar Amerika (23,41 persen). Garam, belerang, kapur sebesar 255.645 dolar Amerika (19,90 persen)  dan kopi, teh, rempah-rempah senilai 40.000 dolar Amerika (3,11 persen).

Sementara nilai impor pada bulan Februari 2019 senilai 15.573.488 dolar Amerika. Ini berarti impor mengalami kenaikan sebesar 41,94 persen dibandingkan dengan impor bulan Januari 2019 sebesar 10.971.749 dolar Amerika. Sebagian besar Impor berasal dari Thailand (38,70 persen), Amerika Serikat (19,62 persen), dan Finlandia (10,15 persen).

Jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah mesin-mesin/ pesawat mekanik (42,29 persen), gula dan kembang gula (38,70 persen) serta Bahan Bakar Mineral (6,15 persen).(bul)