Pemprov NTB Belum Terima Laporan Rencana Hengkang Pabrik Gula

Ilustrasi operasional pabrik gula (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB meminta PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS), pabrik gula putih yang  yang beroperasi di Doropeti, Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu agar membeli tebu petani dengan harga tertinggi tanpa melalui perantara. Agar petani tebu tak beralih menanam komoditas lain (jagung).

Sebelumnya, PT. SMS mengancam akan memindahkan pabriknya ke daerah lain karena terbatasnya pasokan bahan baku tebu. Ancaman ini menyusul petani-petani di daerah setempat lebih memilih menanam jagung ketimbang tebu. Walhasil, untuk operasional pabrik, harus mendatangkan bahan baku kembang gula dari luar negeri.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M. Si mengkonfirmasi, bahwa PT. SMS punya sekenario hingga 2021 mendatang. Ketika bahan baku tidak boleh lagi didatangkan dari luar negeri. Selama skenarionya ini berjalan, pemerintah mendukung agar kapasitas produksi pabrik 5.000 ton/hari bisa terpenuhi. Pemerintah mengalokasikan Bansos untuk memberikan subsidi kepada petani tebu. Subsidi dalam bentuk bibit penyediaan bibit. Tahun ini alokasi anggaran dari Kementerian Pertanian untuk seluas areal tanam 1.500 hektar. Tahun 2018 lalu bansos dalam bentuk subsidi penuh penyediaan bibit dan lainnya, oleh pemerintah diberikan untuk seluas 3.000 hektar. Namun yang tereksekusi di bawah 1.000 hektar.

“Sekitar 500 atau 700 hektar. Sekarang dialokasikan lagi 1.500 hektar. Tapi CPCL (verifikasi Calon Petani Calon Lahan) lagi. Kalau tidak, kita kembalikan lagi kepada negara,” kata H. Husnul pada Suara NTB di kantornya, Jumat, 29 Maret 2019 kemarin. PT. SMS sendiri diberi Hak Guna Usaha (HGU) untuk melakukan penanaman tebu seluas 5.700 hektar. Idealnya, PT. SMS harus menyediakan 1.000 hektar untuk memenuhi kebutuhan pabrik. Dari HGU itupun, PT. SMS tak mengeksekusi seluruhnya. Akibatnya, perusahaan kekurangan bahan baku tebu.

Terkait rencana hengkangnya PT. SMS ini, ia juga mengaku belum menerima laporan. Karena itu, sementara ini no problem. Seperti diketahui, pabrik gula PT. SMS dirancang berkapasitas 5.000 tons cane/day (TCD) dan dapat dikembangkan menjadi 10.000 tons cane/day (TCD). Pelaksanaan pembangunan sudah dimulai sejak Maret 2014 dan beroperasi pada  2016 perdana. Pabrik ini dapat menyerap tenaga kerja untuk sektor inti ±500 orang dan sektor penunjang bisa mencapai ±3.000 orang. Nilai investasinya mencapai Rp1,3 triliun dan satu-satunya di Indonesia timur. (bul)