Sambut MotoGP, Gubernur Dorong Penyiapan SDM Berkualifikasi

Zulkieflimansyah (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Selain memantapkan infrastruktur fisik, seperti sirkuit balapan, jalur cepat (by pass) dari Lombok International Airport (LIA) menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan perpanjangan runway BIL, Pemprov NTB juga akan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualifikasi untuk menyambut MotoGP 2021.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., MSc., saat rapat koordinasi (rakor) dengan jajaran Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC), di Ruang VIP LIA, Rabu, 27 Maret 2019. Hadir juga Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd., Ketua Tim Penggerak PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah,S E., MSc., Sekda NTB Ir. H. Rosiady H. Sayuthi, MSc., PhD, Wakil Bupati Lombok Tengah H. L. Pathul Bahri, SIP, Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer dan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB.

Rapat yang digelar di LIA ini sebagai tindak lanjut atas pertemuan gubernur dan sejumlah kepala OPD dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta, Selasa (26/3).  Rapat itu juga untuk memastikan pembangunan infrastruktur yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu berjalan lancar. Termasuk membahas dan mematangkan SDM masyarakat NTB yang akan terlibat pada perhelatan motor race terbesar di dunia itu.

Baca juga:  Isu Gelaran MotoGP Diundur, Diduga Terkait Persaingan Bisnis

Doktor Zul,  sapaan akrab Gubernur NTB itu menegaskan, SDM anak-anak NTB harus disiapkan dengan baik. Berikan pendidikan, pelatihan dan keterampilan yang memadai.

“Dinas kita harus menyiapkan skill dan kemampuan anak-anak kita. Sehingga, ketika dites, beberapa bulan sebelum MotoGP,  kita lebih dari siap,”  ungkap Doktor Zul di hadapan Ketua PKK NTB, Hj.  Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc., Sekda NTB,  Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph. D dan Anggota FKPD.

SDM ini kata Doktor Zul penting untuk disiapkan.  Sebab, pada gelaran MotoGP itu, dibutuhkan labih dari seribu pekerja yang akan terlibat. Bahkan untuk menjaga lintasan sirkuit saja,  dibutuhkan 900 orang  penjaga. Belum yang lain, seperti tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur jalan, sirkuit,  rumah sakit dan  hotel yang mencapai ribuan orang.

Karena itu,  Gubernur meminta kepala OPD terkait untuk segera mengidentifikasi SDM dengan kualilifikasi seperti apa, yang dibutuhkan oleh MotoGP tersebut.  Selain itu, Gubernur juga meminta kepala seluruh kepala OPD lingkup Pemprov NTB untuk ikut terlibat demi kesuksesan dan kelancaran event tersebut. Misalnya Dinas PUPR memastikan pembangunan jalur cepat dari LIA menuju KEK Mandalika berjalan lancar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar memastikan lahan di kawasan tersebut tetap hijau saat MotoGP berlangsung.

Baca juga:  Lahan Sirkuit MotoGP Belum Beres, Gubernur Pastikan Tuntas Sebelum ‘’Groundbreaking’’

“Kenapa OPD ini harus hadir,  karena MotoGP ini menjadi magnet yang luar biasa. Sehingga,  jangan sampai kita menjadi pasif, sambil menunggu 2021 datang. Kita harus memastikan bahwa ITDC tidak bekerja sendiri,” imbuh gubernur.

Direktur Utama PT ITDC Abdulbar M. Mansoer menjelaskan ditunjukkan Mandalika sebagai venue MotoGP 2021 menjadi nilai tersendiri bagi NTB. Sebab, dengan adanya event ini, maka banyak hal yang diperoleh masyarakat sebagi dampak positifnya.

Karena itu,  ia meminta dukungan semua pihak untuk menyukseskan itu.  Sebab kesempatan itu tidak datang dua kali.  Apalagi, menjadi tuan rumah event sebesar itu tidak mudah. Bahkan, Indonesia harus bersaing dengan negara negara lain untuk bisa menjadi tuan rumah. Tidak hanya,  di luar negeri, di dalam negeri pun banyak daerah lain yang menginginkan agar motoGP digelar di daerah mereka, seperti Jawa Barat,  Palembang dan daerah lainnya.  “Kami sadar, keberhasilan KEK Mandalika, tidak terlepas dari support pemerintah kabupaten,  terutama pemerintah provinsi dan pusat,” katanya. (nas)