Tambah Bangun Hotel, Farid Ajak Seluruh Pengusaha Optimis

Farid Amir

Mataram (Suara NTB) – Farid Amir, pengusaha sukses di Nusa Tenggara Barat mengajak seluruh stakeholders, terutama pengusaha untuk tetap optimis menghadapi tantangan yang terjadi saat ini. Dengan optimis, ia meyakini daerah ini akan lebih cepat recovery (pulih).

Farid Amir mengajak kalangan pengusaha untuk bersama-sama satu semangat dengan pemerintah untuk menggerakkan kembali sendi-sendi ekonomi di Bumi Gora ini.

“Kita sama – sama bantu pak Gubernur, Dr. Zul dan bu Gubernur, Dr. Hj. Rohmi dan bupati walikota. Kita harus sama – sama terus bergerak,” kata Farid memotivasi.

Owner Metro Group ini, mengatakan, peluang selalu ada. Lombok, Sumbawa pada dasaranya telah perlahan-lahan bangkit. Pascagempa semester II tahun 2018 lalu. Meskipun tidak dipungkirinya, mahalnya harga tiket pesawat dan kebijakan berbayar bagi bagasi membuat sektor pariwisata stagnant.

Akibatnya, kunjungan wisawatan berkurang.  Hotel dan restoran serta usaha ikutan sektor pariwisata lainnya ikut terdampak.“Akibatnya ada yang melakukan efisiensi operasional maupun karyawan,” ujarnya.

Indikator masih lesunya ekonomi bisa dilihat dari rendahnya penjualan rumah komersil. Farid mengatakan, perputaran uang di masyarakat lapisan bawah yang mandek. Sehingga solusi yang paling memungkinkan adalah pemerintah memberikan perhatian khusus kepada NTB. Apakah dengan mensubsidi biaya penerbangan. Atau melaksanakan kegiatan sebanyak mungkin di NTB agar uang kembali berputar.

Tapi tidak bisa juga pengusaha lokal sepesimis itu. Ada “bintang” menurutnya yang membangkitkan kembali semangat pengusaha lokal untuk bergerak. Diantaranya, pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan rencana pelaksanaan MotoGP di Indonesia dengan tuan rumah Lombok. Lalu pembangunan dermaga Gili Mas, di Lembar Lombok Barat sebagai dermaga kapal pesiar dan ekspor yang saat ini juga terus berprogres.

“Kita harus optimis. Daerah kita harus pulih lagi secepatnya. Semangat kita bersama tidak boleh luntur,” demikian ajakannya.

Salah satu bentuk ajakannya mempercepat pemulihan kembali ekonomi NTB adalah rencananya membangun hotel Santika Bintang 4 sekitar perbatasan Lombok Barat dan Kota Mataram, arah menuju Senggigi. Pembangunannya saat ini tengah berproses. Farid katakan investasinya lebih dari Rp200 miliar.

“Kita harus punya semangat, kami bangun hotel Santika Premier Bintang IV. Kalau menunggu keadaan terus ndak bisa. Kalau ndak berani spekulasi bukan pengusaha namanya. Jadi PNS saja,” ujarnya.

Dengan menambah pembangunan hotel ini, harapannya investasi kembali akan bergerak dan perputaran uang juga secepatnya turut bergerak. Hotel bintang IV yang sedang dalam proses pembangunan ini sedikit diifokan konsepnya berbeda.

Rencaanya untuk memenuhi fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran). Ballromnya mampu menampung peserta hingga 1.500 orang. Kelebihannya in door dan out door. Dengan view pantai.

“Kalau ndak kita yang melakukannya, siapa lagi. Kita harus jadi leader mempercepat pembangunan di daerah kita,” demikian Farid. (bul)