Ironis, Warga Kota Air Kesulitan Air

Baiq Yeni S Ekawati (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Camat Narmada, Lombok Barat Baiq Yeni S Ekawati menyampaikan keluh kesah warganya di forum seminar Restorasi Sungai serangkaian peringatan Hari Air Sedunia. Tinggal di kota sumber air, justru tak menjamin masyarakatnya mendapat pasokan air.

Salah manajemen pengelolaan air diduga menjadi pemicunya. Justru yang sejahtera ketersediaan airnya adalah daerah-daerah yang tergolong bukan sebagai daerah sumber mata air. Karena persoalan ini, Camat Narmada berencana akan bersurat ke PDAM Giri Menang, kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, Kepada Dinas PU, bahkan kepada Bupati Lombok Barat untuk mencari benang merah persoalannya.

Narmada biasa disebut sebagai kota air. Di kecamatan ini terdapat sebanyak 56 titik mata air. Menurut Yeni, persoalannya bukan murni pada ketersediaan air di sumber-sumber mata air. Melainkan, manajemen pengelolaannya yang perlu diperbaiki.

Dalam beberapa road show yang dilakukan kepada desa-desa di wilayah Narmada. Sebut saja di Suranadi, Presak, Lembah Sempaga, Narmada, Lembuak yang hampir seluruhnya adalah desa –desa sumber mata air. “Kok ada laporan masyarakat, mereka tidak mendapatkan air. Untuk mandi, untuk salat, di waktu-waktu tertentu mereka tidak dapat air. Ini sangat memilukan,” kata Yeni.

Baca juga:  Tangani Krisis Air, Hitung Kemampuan Daerah

Ia tidak memungkiri, terdapat desa-desa yang datarannya agak tinggi. Menurutnya, bukan lantas tidak mendapatkan jatah air. Ada cara lain menurutnya untuk menarik air agar sampai kepada daerah-daerah di maksudkan. Karena itu, ia meminta kepada pihak-pihak terkait yang menangani persoalan air agar mengatur memanajemen dengan baik sehigga air yang bersumber di daerahnya tidak lolos ke tempat lain.

“Disana kan ada mata air, mohon kepada OPD yang menangai masalah pemakaian air untuk masyarakat bisa mengatur kembali dari mata air mana yang bisa diarahkan untuk menjangkau titik-titik yang sulit air. Kemungkinan ada yang harusnya diremajakan kembali pipanya agar air sampai,” demikian Yeni.

Baca juga:  Kemarau Berlanjut, NTB Darurat Kekeringan

Terutama sekali kepada PDAM Giri Menang yang sumber airnya dari Narmada. Harapannya juga turut memperhatikan daerah-daerah yang kesulitan air di Narmada. Sebelumnya, NK, salah seorang warga Sedau Narmada juga mengeluhkan soal ketersediaan air.

Di Desa Sedau ini, masyarakatnya sama sekali tidak dapat menikmati air PDAM. Hal ini telah dilaporkannya ke PDAM Giri Menang. Sayangnya, PDAM Giri Menang belum bersedia melakukan penyambungan pipa lantaran titik sambungannya yang dinilai jauh. Kendatipun disambung, PDAM Giri Menang juga tak menjamin air akan tersuplai karena letak Desa Sedau secara geografis tinggi. Sehingga tak ada pilihan, kata NK, harus mencari sumber mata air dengan cara mengebor tanah (sumur bor). (bul)