Kedubes Malaysia Pastikan Tidak Ada ‘’Travel Warning’’ akibat Gempa

Pihak kedubes Malaysia memberikan keterangan terkait musibah yang menimpa wisatawan Malaysia beberapa hari lalu. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Warga Malaysia yang tercatat sebagai korban gempa bumi, Minggu, 17 Maret 2019 lalu tidak mempengaruhi hubungan kerjasama Indonesia – Malaysia. Sebaliknya, Pemerintah Malaysia melalui pejabat kedutaan Malaysia di Jakarta menegaskan, berterima kasih atas penanganan korban gempa asal Malaysia.

Dalam jumpa pers di Aula Kantor Bupati, hadir langsung Sekretaris II, Kedubes Malaysia untuk Indonesia, Faizal Bin Ishak, Pejabat Atase Polisi Kedubes Malaysia Tengah, Abu Bakar Yaacub. Pemda KLU diwakili oleh Kepala Disnaker PM PTSP, Vidi Ekakusuma, Kabag Pemerintahan, H. Rubain, dan Kabag Humas Protokol Setda KLU, Mujaddid Muhas.

Abu Bakar dalam pernyataannya, mengatakan kedatangannya ke Lombok menindaklanjuti misi bantuan kepada korban pascagempa yang menimpa pelancong Malaysia. Di mana dari 28 orang rombongan, 9 orang cedera dan 2 meninggal dunia. Dari 9 orang yang mengalami luka, 5 orang menjalani rawat jalan, dan 4 orang menjalani rawat inap. Dari korban rawat inap, 3 diantaranya mengalami luka serius, dan 1 orang mengalami luka.

‘’Pihak rumah sakit belum bisa memastikan kapan korban bisa pulang untuk berkumpul bersama keluarga. Keputusan 4 korban keluar RS, akan disampaikan Kamis besok (hari ini, red),’’ ujar Abu Bakar.

Ditanya perihal tindaklanjut pengobatan para korban gempa, Abu Bakar mengaku pihaknya sudah bertemu dan berkomunikasi dengan para keluarga. Pihak keluarga korban meminta, agar korban dirawat di Malaysia atau di Singapura.

Baca juga:  Korban Gempa Jatuh Miskin Harus Dibantu Bersama

‘’Kami sudah tanya ahli waris, kebanyakan bersedia menyambung perawatan di Malaysia dan di Singapura. Mereka mau segera dipulangkan ke Malaysia dan mendapat perawatan di sana,’’ sambungnya.

Pejabat Atase Malaysia di Jakarta juga menyempatkan kunjungan ini untuk mengunjungi Taufik dan keluarga Tomi Al Bantani di Dusun Lendang Cempaka, Desa Senaru, Kecamatan Bayan. Ke dua bocah ini adalah pemandu wisata bagi rombongan Malaysia. Khusus Tomi, korban meninggal dunia, diketahui memandu 7 orang wisatawan asal Malaysia saat kejadian.

Informasi yang diperoleh koran ini, Pejabat Atase Malaysia memberi santunan berupa uang tunai kepada Taufik, keluarga almarhum Tomi, dan bantuan uang tunai untuk masjid setempat.

‘’Kesempatan ini, pihak Malaysia ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah RI, Pemerinta Kabupaten Lombok Utara, TNI, Polri dan masyarakat yang telah membantu korban sejak awal hingga hari ini. Saya melihat bahwa kerjasama dalam menangani korban sangat tinggi,’’ sebutnya.

Abu Bakar menambahkan, hubungan kerjasama kedua negara tidak putus akibat kejadian (korban gempa) ini. Sebaliknya, pihaknya berharap dan ikut berdoa bersama agar warga khususnya di Lombok, dijauhi oleh gempa  dan industri pariwisata tetap berkembang.

Baca juga:  PBB Ikut Bantu Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa di NTB

‘’Insiden gempa kali ini tidak menjadi halangan bagi pelancong luar negeri untuk ke Lombok Utara,’’ tandasnya.

Sekretaris II, Kedubes Malaysia untuk Indonesia, Faizal Bin Ishak, menambahkan peristiwa bencana gempa yang menimbulkan korban jiwa ini tidak menghalangi rencana kerjasama antara Kerajaan Trengganu dan Pemkab Lombok Utara. Demikian pula, pelancong dari Malaysia ke Indonesia tidak akan dihalangi.

“Saya pikir tidak berhalangan, akan diteruskan seperti biasa. Gempa tidak bisa diketahui. Kita juga tidak sembarang mengeluarkan travel advisor,” ujar Faizal.

Peristiwa korban gempa kali ini, menjadi pelajaran bagi pohaknya. Kedutaan memaklumi, kebanyakan traveller asal Malaysia cenderung menguruskan sendiri perjalanan luar negeri mereka tanpa mempertimbangkan legalitas agen travel yang digunakan. Melalui peristiwa ini, Pemerintah Malaysia langsung memberikan arahan agar setiap pelancong mendaftarkan perjalanan mereka dengan fasilitas, agar terdaftar dalam manifest dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita dipahamkan bahwa traveller semua sudah membuat insurance perjalanan dan pihak Malaysia sudah menguruskan dengan jaminan di Malaysia. Terima kasih kepada Menteri Sosial atas bantuan yang diberikan kepada keluarga korban,’’ pungkas Ishak. (ari)