NTB Perlu Rambu Mitigasi Bencana

Ketua ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pesona destinasi wisata alam Lombok tidak lantas tergerus dampak bencana gempa bumi. Perlindungan wisatawan ditunjukkan dengan memperbaiki kualitas destinasi. Sampai pada peta mitigasi bencana di setiap destinasi wisata.

Ketua Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) NTB Dewantoro Umbu Joka mendesak penataan ulang destinasi wisata alam untuk mengurangi dampak bencana. Terutama gempa bumi yang rawan melanda Lombok.

“Saya kira itu perlu. Paling tidak pengunjung mewaspadai, untuk hati-hati. Kalau memang sesuai hasil penelitian, itu perlu. Ada petunjuk mitigasi bencana di lokasi (wisata),” terangnya dihubungi Senin (18/3).

Selanjutnya, upaya lain dengan menata agen perjalanan wisata. Paket wisata yang ditawarkan menurutnya harus melalui pertimbangan dampak bencana. apalagi Lombok baru saja pulih dari gempa bumi.

Baca juga:  Tetapkan 99 Desa, Tahun Ini Pemprov Awali dengan 20 Desa Wisata

“Kalau travel agent yang resmi tentu dia mikir-mikir mau jual paket kalau ragu keamanannya karena tanggung jawab travel agent itu besar. Ke depannya perlu benar-benar ditata ulang,” ucapnya menanggapi musibah yang menimpa wisatawan di Air Terjun Tiu Kelep, Senaru, Lombok Utara.

Dia menegaskan, kelalaian agen perjalanan mengatur keamanan dan keselamatan wisatawan berdampak tidak hanya kepada agen perjalanan lainnya. Tetapi juga kepada upaya pemerintah yang sedang menjual kembali wisata NTB yang terdampak bencana.

“Kalau travel agent ecek-ecek, mana tahu dia. Yang penting kan laku, paketnya murah. Mau tempat itu belum aman,” tegas Dewantoro.

Baca juga:  Tetapkan 99 Desa, Tahun Ini Pemprov Awali dengan 20 Desa Wisata

Agen perjalanan, sambung dia, bertanggung jawab terhadap keselamatan tamu yang dibawanya. Salah satunya dengan menyertakan asuransi di dalam paket perjalanan yang dijual.

“Asuransi ya ada tanggung jawabnya di travel agent. Memang bisa juga terjadi force majeure, tapi travel agent tidak lepas begitu aja. Kalau resmi, itu semuanya pasti diurus. Bahkan sampai pemulangannya,” terangnya.

Meski demikian, Dewantoro optimis pariwisata NTB tidak banyak terdampak. Sebab, pilihan destinasi khususnya wisata unggulan masih aman.

“Senggigi aman. Kuta (Mandalika Lombok Tengah) aman. Benang Setokel (air terjun di Lombok Timur) aman. Tapi memang kalau di wisata alam dekat gunung kita masih agak ragu kita jual,” tutupnya. (why)