Wisata di Perbukitan Sembalun Masih Tutup

Sembalun dengan pemandangan alam yang memesona dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Namun, untuk mendaki ke beberapa bukit di Sembalun masih ditutup. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Sembalun merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Semenjak gempa pertama Juli 2019 lalu, aktivitas wisata di Sembalun sepi. Pasalnya, selain pendakian ke Gunung Rinjani, pendakian di perbukitan di Sembalun pun masih tutup.

Bukit Pergasingan, Bukit Nanggi, Bukit Selong dan Bukit Telaga belum berani dibuka. Ditambah lagi gempa Minggu, 17 Maret 2019 sore membuat wisata treking bukit di Sembalun nihil. Penutupan pendakian selain karena gempa juga karena jalur treking licin selama musim hujan. Kondisi itu pun membuat kawasan dinilai belum aman dari aktivitas pendakian.

Sekretaris Dinas Pariwisata Lotim, Lalu Mertawi menjelaskan, saat gempa pertama juga sudah sempat terjadi gelombang penolakan diaktifkannya pendakian di bukit-bukit yang ada di Sembalun. Ada pandangan negatif terhadap kegiatan wisata.  Mendaki perbukitan diyakinkan tidak mengkhawatirkan terjadi longsor seperti mendaki Rinjani.

‘’Akan tetapi, Dispar juga tetap waspada terhadap segala kemungkinan terburuk sampai kondisi alam kembali normal,’’ ujarnya pada Suara NTB, Selasa, 19 Maret 2019. Sementara itu, soal kondisi objek wisata secara keseluruhan di Sembalun dan beberapa tempat lain di Lotim ini disebut masih cukup aman. Tidak tampak kerusakan atau longsor seperti kejadian di Senaru.

Baca juga:  Potensi Besar Wisatawan China Perlu Digarap Serius

Destinasi wisata Sembalun diklaim masih sangat aman untuk dikunjungi wisatawan. Beberapa objek wisata selain perbukitan, seperti Air Terjun Mangku Sakti disebut aman dari longsor. Hanya saja, selama musim hujan ini jalurnya licin. Begitupun secara keseluruhan di objek-objek wisata dimiliki Lotim diyakinkan sangat aman. Kerusakan terjadi hanya pada Bale Beleq Sembalun. Itupun terjadi saat gempa dengan magnitudo 7,0 tahun 2018 lalu.

Mengenai pendakian Rinjani, diakui pihaknya sudah pernah rapat dengan Balai Taman Nasional Gunung RInjani (TNGR). Diketahui sudah dilakukan survei lokasi jalur pendakian dari Sembalun. Dimungkinkan jalur pendakian dari Sembalun ini akan dibuka mulai 1 April 2019 mendatang. “Kepastiannya belum kita ketahui, kabarnya saat ini sedang disusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian,” ucapnya.

Baca juga:  Warisan Budaya Luar Biasa adalah Aset Pariwisata

Bagi para pelaku wisata Sembalun, pendakian Rinjani setelah situasi aman ini hendaknya segera kembali dibuka. Pasalnya aktivitas pendakian ini juga sangat besar dampaknya bagi perekonomian masyarakat Sembalun. Terpisah, Ketua Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lombok Timur (Lotim) Zainul Fadli mengatakan secara umum seluruh objek wisata di Sembalun ini sangat aman sebagai tempat wisata. Meski Lotim turut diguncang gempa, namun dipastikan tidak sampai menimbulkan kerusakan.

Beberapa objek wisata alam seperti air terjun Jeruk Manis di Desa Jeruk Manis, kata pelaku wisata Desa Tetebatu ini juga diyakinkan aman. Jalur pendakian ke Gunung Sangkareang melalui jalur Tetebatu pun diklaim Ketua Forum Pokdarwis ini sangat aman dan kapanpun bisa dikunjungi. (rus)