33 Tahun SANTAI-NTB : Lahir Dari Keprihatinan Sistem Pendidikan

Suasana perayaan 33 tahun SANTAI. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Yayasan Tunas Alam Indonesia (SANTAI) merajut asa. Minggu, 17 Maret 2019 merupakan tonggak sejarah SANTAI berkiprah untuk Indonesia. Sudah 33 tahun lamanya, SANTAI berkiprah untuk Indonesia.

Direktur SANTAI, Suharti, SE, MM menyampaikan dalam rilisnya, yayasan yang bertekad dalam lima tahun ke depan menjadi Pusat Literasi Nusantara  itu lahir dari keprihatinan pada sistem pendidikan yang serba diseragamkan. Sistem yang dianggap  belum berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.

Kondisi masyarakat yang saat itu masih “tidak berdaya” untuk menyekolahkan anak-anak. Sistem pendidikan ini melahirkan generasi robot. Tahun 1984 mulailah lahir gerakan muda untuk mengembangkan pendidikan alternatif yang membuat anak-anak bergembira dalam belajar.

Bersama anak-anak menemukan formulasi belajar kehidupan yang asyik menggembirakan dalam rumah bersama yang dinamakan SANTAI. Gerakan anak merdeka ini dilegalkan dalam bentuk Yayasan Tunas Alam Indonesia (SANTAI) tahun 1986, yang selanjutnya diperbaharui pada tahun 2014 pengesahan Kemenkumham nomor badan hukum AHU-1168.AH.01.04.

Kini, sudah saatnya SANTAI mewarnai dunia, berpusat gerakan di Nusa Tenggara Barat membangun Indonesia. Pengembangan konsep PABAM (Pendidikan Alternatif Bagi Anak dan Masyarakat) sebagai landasan pijak metode belajar, melahirkan generasi muda kritis kreatif yang mampu menjadi juara dan agen perubahan di lingkungannya. Dari setiap periode kepemimpinan telah melahirkan inovasi yang menjadi penanda perubahan dan menyumbang pada pendidikan anak di NTB.

Sesuai visi yang dikembangkan SANTAI adalah terwujudnya pemenuhan hak dasar anak serta jati diri anak dan pemuda yang merdeka melalui tatanan kehidupan yang berkeadilan. Sedangkan misi lembaga antara lain (1) Mengembangkan  “pendidikan alternatif “yang kritis dan kreatif  bagi anak, pemuda dan masyarakat; (2) Memperjuangkan  “ruang gerak” yang kondusif bagi  kelompok anak dan pemuda; (3) Melakukan kajian-kajian  dan advokasi kebijakan yang berpihak pada anak , pemuda dan perempuan serta kelompok marginal lainnya; (4) Mendekatkan kelompok anak, pemuda dan perempuan serta kelompok marginal lainnya kepada akses sumber daya.

Baca juga:  PPDB SMP Pekan Depan, Sekolah Optimis Bisa Dapatkan Siswa Sesuai Kuota

Melalui konsep PABAM melalui berbagai kegiatan yang dikelola oleh para kader penggerak di komunitas, dengan membangun interaksi kritis bersama aktor pembangunan lainnya baik dari pemerintahan maupun dunia usaha.

Strategi yang dikembangkan yakni Memperkuat dan meningkatkan peran Kader/leader serta relawan SANTAI dalam pelaksanaan program di level komunitas; dan Kader/Leader yang memiliki potensi dan kompentensi diberikan ruang untuk menjadi fasilitator lapangan yang langsung menangani program di lapangan

Hasil nyata kerja SANTAI yang dapat menjadi pembelajaran antaranya pengembangan model pendidikan alternatif yang dipadukan dengan kegiatan edukasi masyarakat, ada di 3 desa (Pandanwangi Lombok Timur, Jago Lombok Tengah, Kekait Lombok Barat) dan 2 desa di Lombok Utara (Medana dan Sigar Penjalin) di posko ramah anak. Mendorong dan memfasilitasi penyusunan kebijakan perlindungan anak dan pencegahan perkawinan anak di tingkat desa hingga provinsi. Memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya Forum Anak Desa dan Kelompok Pemuda Peduli di desa sebagai wadah kreatif rekreatif. Dalam rangka menjamin keberlanjutan maka dikembangkan kolaborasi program dengan NGO lainnya, pemerintahan, Perguruan Tinggi dan dunia usaha.

Banyak hasil pembelajaran yang menyumbang pada target pembangunan di masing-masing kabupaten dan propinsi. Disadari bahwa hasil pembelajaran ini akan dapat direplikasikan dengan masif oleh semua pihak jika SANTAI mampu mempromosikannya. Pada hari ini juga SANTAI meluncurkan PUISI ASA “Pusat Literasi Anak Nusantara”.

Baca juga:  Ketua DPRD Minta Disdik Kota Mataram Sukseskan PPDB 2019

PUISI ASA lahir dari hasil refleksi apa yang sudah dilakukan oleh SANTAI selama ini, ingin dibagikan kepada semua orang tentang hal-hal baik dan SANTAI akan menjadi pusat literasi. Menjadi tempat belajar bagi semua orang. Karena semua orang adalah guru dan alam raya adalah sekolah. Dunia boleh berubah, zaman boleh berubah. Tapi satu yang tak pernah berubah adalah dunia anak-anak. “Dunia yang lucu dan Indah. Dunia mereka bermain dan bergembira karena dunia anak itu mengasyikkan.”

Pada 17 Maret 2019 para pegiat SANTAI berkumpul bersama untuk melakukan dialog lintas generasi sekaligus melakukan tapak tilas perjalanan SANTAI dari tahun ke tahun. Semua merefleksikan kembali apa yang sudah dilakukan selama ini dan sejauhmana hasil-hasil ini menyumbang pada upaya untuk “memerdekakan anak-anak”. Selama perjalanannya SANTAI masih tetap menjaga roh gerakannya dengan terus menumbuhkan tunas-tunasnya.

Melahirkan anak-anak yang cerdas, kritis dan pemuda yang berdaya, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak adalah cita-citanya. Cita-cita ini  memang berat. Tetapi bagi SANTAI, selama masih memiliki keinginan dan komitmen untuk terus melakukan yang terbaik bagi tunas-tunasnya, cita-cita ini pasti akan tercapai. Karena Indonesia kaya akan sumber daya, dan  kaya akan orang-orang yang memiliki kepedulian. (r/*)