Angka Kemiskinan di Mataram Meningkat

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Angka kemiskinan Kota Mataram tahun 2018 meningkat. Dari sebelumnya, 8,96 persen naik menjadi 9 persen lebih. Kenaikan ini salah satunya dipicu oleh gempa bumi bulan Juli lalu. Geliat ekonomi masyarakat menurun.

Walikota Mataram H.Ahyar Abduh menyadari bencana gempa bumi tahun lalu, berdampak pada segala aspek. Tingkat hunian hotel menurun, pertumbuhan ekonomi turun. Serta, angka kemiskinan semakin bertambah. Di tahun 2017, penduduk miskin di Kota Mataram 8,96 persen. Terjadi penurunan dari tahun 2016 yakni 9,55 persen. Pascagempa kembali terjadi peningkatan menjadi 9 persen lebih.

Baca juga:  21 Ribu Korban Gempa di NTB Jatuh Miskin

“Iya, data kita terima dari BPS angka kemiskinan kita naik dari tahun sebelumnya,” kata Walikota ditemui Senin, 18 Maret 2019.

Meningkatnya penduduk miskin kata Walikota, memang tidak terlalu signfikan. Artinya, masih relatif di bawah dua digit. Dampak lain dari gempa bumi itu adalah pertumbuhan ekonomi menurun.  Sementara basis pendapatan asli daerah (PAD) diandalkan oleh Pemkot Mataram, dari sektor jasa, perdagangan dan pariwisata. Tiga sektor ini memiliki kontribusi besar bagi kegiatan masyarakat.

Baca juga:  21 Ribu Korban Gempa di NTB Jatuh Miskin

Tingkat kunjungan di Januari – Februari tahun 2019 berada dibawah 30 persen. “Pengaruh itu sampai saat ini masih dirasakan,” tandasnya.

Meski demikian kata Walikota, pihaknya tetap berupaya menurunkan angka kemiskinan. Intervensi dilakukan baik dari segi kebijakan penganggaran, peningkatan kualitas sumberdaya manusia serta memperbanyak pelatihan usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Terhadap gempa yang terjadi Minggu (17/3), Ahyar berharap tak memiliki pengaruh terhadap perekonomian maupun aspek lainnya. Karena, titik gempa berada di Lombok Timur dan jauh dari pusat kota. (cem)