Dewan Sayangkan Warga Tinggal di Bawah Jembatan

Hj. Baiq Mirdiati (Suara NTB/mhj)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, Hj. Baiq Mirdiati prihatin terhadap kondisi Junaidin (50), warga yang sudah lima tahun tinggal bawah kolong Jembatan, Pesongoran, Kelurahan Jempong Baru, Sekarbela, Kota Mataram.

Mirdiati menyayangkan kinerja Dinas Sosial Kota Mataram. ‘’Dinas Sosial tidak ada keseriusan dalam penanganan kondisi sosial di kota ini,’’ katanya menilai. Adanya warga yang tinggal di bawah jembatan sampai lima tahun, menurutnya, patut dipertanyakan kinerja dinas tersebut

“Kita sayangkan juga kepada Dinas Sosial sampai mereka lima tahun tinggal di sana (kolong jembatan). Berarti tidak ada inisiatifnya dari Dinas Sosial, untuk berupaya bagaimana caranya bisa mengangkat masyarakat kita ini. Mungkin diberikan solusi yang terbaik dengan cara diberikan tempat tinggal yang terbaik,” ujar  Hj. Baiq Mirdiati kepadaSuara NTB, Senin, 18 Maret 2019.

Dikatakan, pemerintah khususnya Dinas Sosial seharusnya betul-betul bekerja untuk menuntaskan dan menindaklanjuti keadaan warga tersebut. Juga tidak menginginkan di lima tahun kedepan atau sepuluh tahun kedepan, akan ada lagi warga tinggal di bawah kolong jembatan sampai merasa nyaman.

Baca juga:  Ekonomi NTB Tumbuh 6,26 Persen, Wagub Ingatkan Jangan Lengah

“Bisa seperti itu karena apa, kita tidak mau akan ada suadara-saudara kita yang masih tinggal di kolong jembatan. Kita mempunyai program, bagaimana pun caranya supaya kita mengangkat dia dari bawah kolong jembatan,” katanya. “Tetap ke negatif aja kita menilai dia (Dinas Sosial), tidak membuat kinerja yang terbaik. Kita ingin kinerja

dari setiap pemerintahan ini, harus mempunyai program yang harus digiatkan  kembali,” sambungnya.

Politisi dari partai Gerindra ini memberikan penekanan kepada Dinas Sosial agar bekerja secara maksimal, dengan cara bekerja sama guna memberikan tempat tinggal yang layak. Apalagi Kota Mataram ini sebagai  ibu kota dari provinsi NTB. “Penekanan saya kepada Dinas Sosial ini harus betul-betul bekerja, jangan dicuekin masyarakat seperti itu,” tegasnya.

Menyinggung juga warga yang tinggal di bawah kolong Jembatan Jangkuk, Ampenan, pada Januari lalu, itu membuat pihaknya turut prihatin. Atas keprihatinan itu, dia meminta pemerintah agar betul-betul bekerja agar mengatasi masyarakat yang tinggal di kolong jembatan seperti kondisi Junaidin saat ini.

Baca juga:  Belanja Proyek Pengurangan Kemiskinan Disorot, Pemprov Perkuat Fungsi Pembinaan

“Sekarang kita minta dari Dinas Sosial untuk mendata ulang nama-nama mereka yang betul-betul miskin. Untuk Dinas Sosial kita minta kerja sama untuk membahas masalah warga kita yang masih tinggal di bawah kolong jembatan itu,” harapnya.

Kota Mataram ini harus bersih dan mulai sekarang Dinas Sosial harus mendata warga yang tinggal di kolong jembatan.  Maka dari itu, Dinas sosial agar lebih cepat mengambil sikap. Kekhawatiran warga yang tinggal di kolong jembatan telanjur merasa nyaman. “Sehingga pada saat ini kita minta kepada Dinas Sosial dan yang terkait masalah itu mengambil sikap. Harus tegas dalam hal ini, sehingga di Kota Mataram tidak akan terjadi kumuh,” tegas Mirdiati. (mhj)