Kasus Jambanisasi Desa Bayan Target Tuntas Tahun Ini

Kepala Kejari Mataram, Ketut Sumedana (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyidikan dugaan korupsi proyek jambanisasi yang dananya bersumber dari DD/ADD Bayan tahun 2016 sebentar lagi selesai. Jaksa penyidik sudah menyelesaikan pemeriksaan saksi, penyitaan dokumen, dan pemeriksaan ahli.

“Itu dua tersangkanya, PPK-nya sama (rekanan) yang mengerjakan,” ungkap Kepala Kejari Mataram, Dr I Ketut Sumedana ditemui akhir pekan lalu Jumat, 8 Maret 2019 di ruang kerjanya.

Jaksa penyidik masih tinggal mengupayakan alat bukti kerugian negara. Penghitungan kerugian keuangan negara melalui auditor Inspektorat Kabupaten Lombok Utara. Penyimpangan ini sebelumnya pernah menjadi temuan Inspektorat. “Kita target satu atau dua bulan lagi kasus ini selesai. Sambil kita kerjakan kasus yang sedang dalam penyelidikan,” kata Sumedana.

Baca juga:  Mayat Mahasiswi di Pantai Induk, Tersangka Berdalih Disuruh Orang Lain

Saksi yang telah diperiksa pun sudah sampai 300 orang sejak kasus dilaporkan pada Mei 2017 lalu. Hasil penyidikan sementara, jaksa penyidik menemukan indikasi perbuatan melawan hukum, diantaranya pada program fisik swadaya seperti jambanisasi.

Desa Bayan menganggarkan dalam APBDes 2016 untuk program perbaikan sanitasi dengan pola jambanisasi. Baik dengan pembuatan WC umum ataupun WC pribadi. Modus korupsi diduga berupa pengurangan spesifikasi, nilai fiktif proyek, dan penerima manfaat yang tidak sesuai.

Baca juga:  Alat Peraga PAUD Kota Bima Rp 1,8 Miliar Diusut Kejaksaan

Indikasi kerugian negara pada kasus itu mencapai Rp600 juta. Jaksa masih meminta tim auditor untuk menghitung angka kerugian negara. jaksa sudah mengantongi laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Lombok Utara terhadap penggunaan DD/ADD Bayan tahun 2016. Desa Bayan pada tahun 2016 mengelola Dana Desa sebesar Rp 855 juta yang bersumber dari APBN. (why)