Gubernur Resmikan Poskesdes Jeringo Persembahan dari Inkindo

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan jajaran DPN Ikindo dan DPP Inkindo NTB saat peresmian Poskesdes Jeringo, Gunung Sari Lombok Barat

Giri Menang (suarantb.com) – Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah meresmikan penggunaan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Jeringo, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat pada Sabtu 9 Maret 2019. Poskesdes Jeringo ini dibangun kembali oleh Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) karena rusak diguncang gempa.

Poksesdes Jeringo, seperti disebut adalah Pos Persalinan Desa (Polindes) pertama di NTB. Dulunya, di resmikan langsung oleh Gubernur Warsito, bersama Bupati Lombok Barat, L. Mudjitahid, pejabat dari Kemenkes RI. Lalu menjadi embrio dibangunnya Polindes-Polindes yang tersebar di desa-desa di NTB. Poskesdes Jeringo ini pada gempa di semester II tahun 2018 lalu tak luput dan mengalami rusak parah.

Melihat dari historis keberadaan Poskesdes ini, sekaligus urgensinya, Inkindo kemudian mengambil alih dan membangunnya kembali dengan konsep yang lebih modern. Menggunakan bahan peling berkualitas. Poskesdes Jeringo di bangun dan di lengkapi fasilitasnya, atas kerjasama dengan beberapa mitra Inkindo. BPMKN,Inkindo Jatim,Pogi,Gerbang NTB Emas,Jiyu,Rainbow,Putra Pratama,Kends,Volks Lift,Nippon Paint,Wall Plus

Pada persemian akhir pekan kemarin, selain gubernur dan jajaran, hadir langsung Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Inkindo, Ir. H. Peter Frans dan jajaran. Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Jawa Timur, dan Jogjakarta. Pemilik acara, Ketua DPP Inkindo NTB, Ir. H. Hasmudin dan jajaran, perwakilan Pemkab Lombok Barat.

Peresmian Poskesdes Jeringo mendapat apresiasi dan sambutan syukur, terutama dari masyarakat setempat. Kepala Desa Jeringo, Sahril dalam kesempatan tersebut secara terbuka menyampaikannya.

“Peresmian Polindes (nama dulu) oleh Gubernur Warsito terulang kembali setelah Inkindo membangunkan kami kembali Poskesdes ini yang sebelumnya rusak berat akibat gempa.  Ini menjadi referensi kami meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. tinggal permintaan kami ditempatkan 1 dokter,” demikian Sahril.

Ketua DPP Inkindo, Ir. H. Hasmudin menyebut, Poskesdes Jeringo adalah rangkaian kegiatan peduli Lombok yang dipersembahkan oleh Inkindo tanah air. Berselang tak lama setelah gempa lalu, Inkindo langsung mengambil inisiatif menggerakkan konsultan-konsultan di Indonesia.

Bahu membahu membantu korban gempa, Inkindo kemudian membangun pos pengungsian di Karang Langu, Lombok Utara dan Labu Pandan, Suela Lombok Timur. masing-masing pos pengungsian daya tampungnya lebih dari 100 orang. Selama sebulan untuk masing-masing posko, jajaran Inkindo menjadi relawan menyediakan konsumsi bagi para korban gempa. Kegiatan lain, Inkindo juga membantu melakukan assessment lebih dari 100 sekolah, dan beberapa tempat ibadah, di Kabupaten Lombok Barat khususnya.

“Ini bukan yang terakhir. Tekad teman-teman konsultan akan terus berkontribusi, apa yang bisa dan mampu dilakukan,” demikian H. Hasmudin.

Ketua DPN Inkindo, Ir. H. Peter Frans memberikan pemahaman tentang Inkindo sebagai sebuah organisasi nirlaba yang menghimpun seluruh konsultan di Indonesia, maupun daerah. Inkindo hadir bagi seluruh masyarakat, terutama yang terkena bencana. Selain membantu langsung dalam setiap bencana di tanah air, Inkindo juga abil bagian menyalurkan bantuan untuk orang-orang Rohingya di Myanmar melalui PMI.

“Ditingkat pusat, kami juga telah membentuk badan penanggulangan bencana dan pemberdayaan masyarakat yang melakukan penggalangan bantuan bila terjadi bencana,” demikian putra asli NTB ini.

Terakhir, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menyatakan sangat senang bersentuhan langsung dengan organisasi seperti Inkindo. Misi pembangunannya NTB Gemilang salah satunya bagaimana menjadikan NTB tempat yang meriah, nyaman, menyenangkan sehingga masyarakat menjadi sehat, cerdas.

“Semoga ini menjadi inspirasi bagi yang lain. Bukan hanya di desa sini saja, tetapi di desa-desa yang lain juga,” kata gubernur.

Ia bahkan meminta Inkindo memfasilitasi pembangunan Poskesdes di seluruh desa. Mengapa? Karena Pemerintah daerah ingin memberikan perioritas khusus kepada konsultan lokal untuk mengerjakan pembangunan yang ada di daerah. Gubernur Dr. Zul, bersama Ketua DPN Inkindo, H. Peter lalu menandatangani prasasti Poskesdes Desa Jeringo.

Perkuat Sinergi dengan Pemda untuk “NTB Bangkit”

Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan seluruh pengurus di Kabupaten/Kota di NTB. Raker tahun 2019 ini selain sebagai upaya memperkuat silaturrahim, dan amanat AD/ART, sekaligus Inkindo NTB memperkuat komitmen bergandengan tangan dengan pemerintah daerah untuk NTB Bangkit pascagempa, dan mewujudkan NTB Gemilang.

Raker di laksanakan pada Jumat 8 Maret di Hotel Golden Palace Mataram. Berkesempatan hadir langsung, Ketua DPN (Dewan Pimpinan Nasional) Inkindo, H. Peter Frans, dan beberapa pengurus Inkindo dari beberapa daerah di Indonesia. Sejumlah isu-isu strategis di bahas pada kegiatan ini . sekitar 100-an anggota Inkindo se NTB hadir. Selain itu, kegiatan Raker yang mengambil tema “Peran INKINDO Menuju NTB Bangkit” ini juga diisi seminar perpajakan.

Diketahui pascagempa akhir tahun 2018 lalu, NTB perlahan-lahan telah bangkit. Meskipun dilihat dari infrastruktur masih memerlukan waktu untuk pulih. Inilah salah satu alasan kenapa Inkindo ingin hadir memperkuat semangat bersama membangun NTB kata Ketua DPP Inkindo NTB, H. Hasmudin.

Pascaterjadinya gempa, sebetulnya Inkindo telah ambil bagian. Tidak saja Inkindo NTB, demikian juga Inkindo se Indonesia. Terbukti, pengurus di tanah air ini turut mendukung pemulihan dengan memfasilitasi dana untuk sejumlah kegiatan recovery. Misalnya, membangun posko pengungsian di Lombok Utara dan Lombok Timur. dimana, seluruh pengurus turut turun langsung selama sebulan memenuhi asupan kebutuhan pokok bagi korban gempa ratusan orang yang ditampung. Membanatu Pemda melalukan assessment ratuan gedung sekolah, dan masjid.

Rupanya tak bisa sebatas itu, Inkindo, kata H. Hasmudin, dalam konteks yang lebih luas ingin terus membangun NTB. tentunya, sejumlah kebijakan daerah juga harus pro terhadap anggota Inkindo, terutama anggota lokal agar dapat turut andil langsung dalam sejumlah kegiatan strategis pembangunan NTB.

“Kita mau terlibat dari semua sisi pembangunan yang mampu kami kerjakan. Tetapi, pemerintah daerah harus juga memberi kami ruang untuk itu. Inilah mengapa kami melakukan Raker untuk menyatukan gerak langkah kami dengan stakeholders,” demikian H. Hasmudin.

Kaitannya dengan tema yang diangkat pada Raker DPP Inkindo NTB ini, Ketua DPN Inkindo, H. Peter Frans  menekankan pada satu hal yang dampaknya ke berbagai aspek. Yakni, Pemda harus menelurkan kebijakan yang lebih berpihak kepada konsultan lokal agar mampu berkontribusi besar bagi daerahnya.

Kebijakan dimaksud bagaimana agar pemerintah daerah, dalam hal ini Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menelurkan Pergub untuk mengayomi, melindungi, dan memberdayakan konsultan lokal.

Draft Pergubnya, oleh DPN telah berikan kepada DPP Inkindo di masing-masing provinsi, tanpa terkecuali DPP Inkindo NTB. Draft Pergub ini, secara bersamaan diserahkan kemarin oleh H. Hamsmudin kepada Asisten Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan,  Ir.  H. Azhar, MM.

Jika Pergub telah dilahikrkan. Secara otomatis, konsultan lokal akan menjadi bagian dari pembangunan NTB. yang mana, dalam sejumlah proyek besar di daerah ini, konsultan lokal belum dilibatkan. Sebut saja KEK Mandalika.

“Ketika Pergubnya sudah ada, maka konsultan luar itu wajib bermitra dengan konsultan lokal. Jadi konsultan lokal bisa ambil bagian,” jelas H. Peter.

Selain itu, Pergub juga mengatur didalamnya soal standar minimum billing rate. Dengan begitu, ada acuan bagi konsultan bersaing, tanpa harus khawatir penawaran terendah konsultan lain (tidak terjadi persiangan yang tidak sehat). Ditingkat pusat, billing rate minimum ini sudah berlaku bagi proyek konstruksi di bawah Kementerian PUPR. DPN Inkindo tengah mengupayakan pemberlakukan yang sama di seluruh kementerian.

Kaitannya dengan Pergub yang diinginkan Inkindo, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir.  H. Azhar, MM mengatakan, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah masih menunggu PP dan usulan lain dari asosiasi-asosiasi lainnya. Misalnya Gapensi, Ataki, dan lainnya. Dan pemerintah daerah sangat menyambut baik niatan Inkindo untuk ambil bagian dalam setiap pembangunan di daerahnya. (bul)