Bacaan Alquran Merdu, Gubernur Hadiahi Hariyani Kuliah Gratis di Malaysia

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menawarkan langsung Hariyani kuliah gratis di luar negeri.

Giri Menang (suarantb.com) – Hariyani tak menyangka, mendapat tawaran kuliah gratis di Malaysia dari orang nomor satu di Provinsi NTB, Dr. H.  Zulkieflimansyah, SE,  M. Sc.   Tawaran kuliah di luar negeri ini di lontarkan di hadapan publik oleh gubernur, setelah mendengar suara merdu Hariyani ketika membacakan tilawatil Quran.

Hariyani didapuk membacakan ayat-ayat Aquran pada acara peresmian gedung Poskesdes (Pos Kesehatan Desa), bantuan dari Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) pascagempa di Desa Jeringo, Gunung Sari, Lombok Barat pada Sabtu pagi, 9 Maret 2019.

Gadis lulusan SMAN 2 Mataram tahun 2017 melantunkan ayat-ayat suci Alquran dengan sangat merdu. Seperti “menghipnotis” yang hadir saat pembukaan acara. Hariyani membaca Surat Al-An`am, ayat 122 – 124. Ayat per ayat dibaca dengan “lagu” bayati husaini, hijaz dan nahawan. Harusnya empat lagu.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul bersama tamu undangan lainnya nampak sangat khusuk mendengarnya. Semua diam dan hening. Gubernur bahkan tertunduk. Tak lama berselang, ia memainkan ponselnya. Nampak sedang mengirim pesan kepada ajudannya. Suara merdu Hariyani benar-benar menyentuh hingga hati yang paling dalam.

Saat memberikan sambutan, yang pertama disampaikan oleh gubernur adalah tentang kekagumannya kepada suara dan bacaan sang qori`ah.

“Selama saya mengikuti acara (setelah menjadi gubernur), tumben saya denger alunan Alquran sebagus ini. Bagaimana kalau kita kuliahkan dia di Malaysia. Gratis, saya yang tanggung,” kata gubernur membuka pidato.

Sontak, Hariyani yang duduk di sebelah kiri seperti terkejut. Sambil berusaha menahan haru. Tamu undangan lalu bertepuk tangan. Gubernur telah memerintahkan ajudannya menyimpan nomor Hariyani. Selanjutnya agar ditindaklanjuti.

Direktif gubernur, Hariyani harus mengenyam pendidikan tinggi di Malaysia. Selain maju, nampak karakter masyarakat Malaysia diyakini lebih cocok bagi qori`ah ini. Jingga selesai acara peresmian Poskesdes Jeringo, gubernur memastikan kembali kepada ajudannya untuk ditindaklanjuti.

Membaca Alquran seperti hobi bagi Hariyani. Sejak masih SD, ia berusaha belajar menjadi qori`ah. Setelah lulus SMA, ia belum melanjutkan pendidikannya. Sempat mendaftar di IKIP Mataram, ia tak lulus.

Ia dua bersaudara. Hariyani adalah putri sulung. Pasangan Jumhur, dan Saruni di Desa Jeringo. Orang tua lakinya bekerja serabutan. Sementara ibunya hanya ibu rumah tangga. Kendala lain kualihanya juga pada pembiayaan.

Sempat kaget mendengar tawaran kuliah dari gubernur, Hariyani belum memberikan kesanggupan. Ia khawatir, tawaran kuliah di luar negeri akan sama seperti tawaran yang masuk ke sekolahnya ketika di SMA. Tak ada tindaklanjut. Sementara ini ia masih fokus menjadi guru ngaji bagi adik-adik tetangga, serta kerabatnya. (bul)