Telat Dicairkan, Dana di Rekening Warga Penerima Bantuan akan Diblokir

Mataram (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB terus mengejar target agar seluruh dana bantuan untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban gempa dapat ditransfer ke rekening kelompok masyarakat (Pokmas). Pasalnya, jika sampai 12 April 2019, dana bantuan Huntap masih berada di rekening masyarakat atau individu maka akan diblokir atau dikembalikan ke kas negara.

‘’Yang berbahayanya adalah ketika 12 April, uang ini masih di individu atau rekening masyarakat. Berarti ini tak terserap. Berarti masyarakat,  mau tidak mau itu harus dikembalikan (ke kas negara),’’ kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir.H. Mohammad Rum, MT dikonfirmasi rapat koordinasi di Kantor Gubernur, Selasa, 5 Maret 2019 siang.

Rum mengatakan, masih ada sisa waktu satu bulan lebih untuk menuntaskan transfer dana bantuan huntap dari rekening masarakat ke rekening Pokmas. Sesuai ketentuan, dana bantuan Huntap tersebut baru dapat dicairkan apabila sudah berada di rekening Pokmas.

‘’Kita targetkan bagaimana  12 April semua dana masyarakat, individu ini sudah masuk rekening Pokmas. Silakan dia bangun ketika April, Mei tidak masalah,’’ terangnya.

Dijelaskan, dana bantuan pembangunan Huntap tersebut paling lambat masuk ke rekening Pokmas pada 12 April mendatang atau berakhirnya masa transisi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa. ‘’Kalau lewat 12 April maka akan dikembalikan ke kas negara, akan diblokir. Karena masa transisi sudah selesai 12 April,’’ jelasnya.

Untuk itu, pihaknya sedang mengejar bersama fasilitator supaya dana bantuan stimulan perbaikan rumah rusak ringan, sedang dan berat tersebut segera masuk ke rekening Pokmas. Rum mengatakan, masih banyak dana bantuan Huntap yang h berada di rekening masyarakat.

Masyarakat diharapkan jangan berpikir macam-macam. Masyarakat diminta agar memastikan uang bantuan tersebut segera masuk ke rekening Pokmas.

‘’Ngapaian disayang-sayang ke rekening sendiri. Toh juga belum bisa digunakan. Untuk bisa digunakan masukkan ke rekening Pokmas,’’ imbuhnya.

Rum mengungkapkan di lapangan ditemukan ada masyarakat yang enggan mentransfer dana bantuan tersebut ke rekening Pokmas. Ada yang berpikiran mendingan dana tersebut dipakai sendiri memperbaiki rumahnya yang rusak. Sesuai ketentuan, dana tersebut dapat cair dan digunakan apabila sudah masuk ke rekening Pokmas. ‘’Kalau sudah di rekening Pokmas, uang dipakai kapan saja  bisa,’’ tandasnya.

Rum menyebut sekitar 50 persen dana bantuan perbaikan rumah rusak sedang dan ringan masih berada di rekening masyarakat. Ia mengingatkan kembali bahwa uang bantuan tersebut tidak akan dapat digunakan sebelum ditransfer ke rekening Pokmas.

Berdasarkan data sampai Senin (4/3), dari Rp3,504  triliun dana yang sudah ditransfer BNPB, sebesar Rp3,501 triliun sudah ditransfer BPBD kabupaten/kota ke rekening masyarakat. Pokmas yang sudah terbentuk 5.878 Pokmas atau 119.083 KK. Sedangkan SK Pokmas baru sebanyak 5.822 Pokmas atau 118.538 KK.

Rekening Pokmas yang sudah terbentuk sebanyak 5.695 Pokmas atau 116.500 KK. Sementara rekening Pokmas yang sudah terisi sebanyak 3.003 Pokmas atau 55.769 KK. Terkait dengan pembangunan rumah tahan gempa saat ini sedang berproses sebanyak 10.970 unit.

Terdiri dari Risha 3.344 unit, Rika 2.436 unit, Riko 4.538 unit, rumah tahan gempa jenis lainnya 283 unit. Sedangkan yang dibangun individu atau bantuan swasta sebanyak 369 unit.

Rum menambahkan saat ini masyarakat yang sudah mendapatkan transfer dana bantuan sebesar Rp50 juta sebanyak 29 ribu KK. Ada peningkatan sebanyak 5.000 KK dibandingkan kondisi sebelumnya.

Disebutkan, BNPB telah mengajukan usulan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk dana bantuan Huntap sekitar Rp1,9 triliun.  Ditargetkan perbaikan Huntap korban gempa dapat tuntas April mendatang. (nas)