Danrem 162/WB : Netralitas Harga Mati

Danrem 162/WB, Ahmad Rizal Ramdhani (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Netralitas TNI akan jadi garansi saat Pemilihan Presiden (Pilpres) jelang pencoblosan  17 April mendatang.  Atas jaminan itu, jika ditemukan oknum anggota TNI menjadi tim sukses atau terlibat kampanye, sanksi tegas hingga pemecatan.

Penegasan itu disampaikan Danrem 162/WB Kol. CZI. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han disampaikan kepada jajarannya lingkup Makorem 162/WB, Senin, 4 Maret 2019.

Ditekankannya, TNI dalam semua ajang politik harus tetap netral. Tidak menempatkan kepentingan ke salah satu pihak kandidat atau partai tertentu. Selain netral secara personal, dilarang keras  menggunakan fasilitas satuan ataupun pribadi untuk melakukan kampanye oleh partai ataupun Paslon.

‘’Netralitas TNI pada Pileg maupun Pilpres mendatang harga mati dan tidak ada tawar menawar,’’ tegas orang nomor satu di jajaran Korem tersebut.

Baca juga:  Korem 162/WB Asah Kemampuan Menembak

Netralitas tidak saja imbauan, tapi sudah menjadi perintah tegas atasan dan aturan TNI. Jika ada anggota Korem dan jajaran,  terindikasi tidak melaksanakan perintah untuk menjaga netralitas itu, akan segera diberi peringatan.

‘’Jika terbukti, akan saya proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI, sanksinya sampai pemecatan,’’ tegasnya.

Netralitas lulusan  Akmil 93 ini tidak sekadar sikap dan kata-kata. Juga berkaitan dengan perilaku dalam menggunakan media sosial. Maka disarankannya, anggota TNI agar bijak menggunakan medsos.

Melalui para anggota TNI, Danrem juga mengingatkan para keluarga anggota tentara lainnya. Sikap pribadi tetap akan dikaitkan dengan jabatan keluarga anggota TNI.

Baca juga:  Cek Rehab Rekon Gempa, Kasad Evaluasi Kinerja Prajurit TNI

‘’Pesan saya, agar para personel mengingatkan keluarga terkait penggunaan medsos dan melakukan pemantauan terhadap media sosial yang digunakan oleh istri maupun anak-anaknya. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang bersifat melawan hukum yang dilakukan anggota dan keluarga,’’ sarannya.

Medsos mempunyai seribu manfaat jika digunakan dalam hal positif dan sejuta mudharat jika digunakan untuk hal-hal negatif. ‘’Maka gunakan medsos secara bijak, posistif dan seperlunya,’’ sambung Danrem.

Danrem juga mengajak untuk menambah pengetahuan dengan membaca ketentuannya dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE. (ars)