Vaksin Anti Rabies Telah Didistribusikan ke Puskesmas di Mataram

Ilustrasi vaksi rabies

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram sudah mendistribusikan vaksin anti rabies ke seluruh Puskesmas. Tidak hanya Puskesmas, tapi juga rumah sakit yang membutuhkan.

Kepala Dikes Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi mengatakan, pembagian sesuai kebutuhan setiap Puskesmas maupun rumah sakit. Pemberian vaksin anti rabies sekitar 80 persen. Virus rabies bisa hilang dengan tidak berkembang.

“Semua Puskesmas, rumah sakit juga minta, sesui kebutuhan. Ada yang lima biji, ada yang sepuluh biji,” ujar dr. H. Usman Hadi kepada Suara NTB, Selasa, 26 Februari 2018.

Pemberian vaksin anti rabies, lanjut dia, diberikan kepada masyarakat yang terkena gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR) yakni anjing, kucing, dan kera. Dengan vaksin anti rabies bisa terhindar dari kematian. Karenanya dia mengimbau agar penderita yang digigit oleh HPR untuk segera ke Puskesmas terdekat atau rumah sakit. “Sebelum diberikan vaksin bagian yang digigit, dicuci bersih dengan air mengalir sampai 15 menit. Baru kita koordinasi dengan Puskesmas atau rumah sakit,” jelasnya.

Vaksin anti rabies tersebut, merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan, melalui Dikes Provinsi NTB. Jika vaksin itu kehabisan, maka akan mengajukan permintaan ke Dikes Provinsi.

Dengan keterbatasan vaksin tersebut, Usman berharap vaksin mencukupi karena belum ada anggaran untuk eliminasi HPR  dari Dikes Kota Mataram. “Mudah-mudahan cukup, karena saya belum ada anggaran untuk HPR,” bebernya.

Usman Hadi menjelaskan ciri-ciri anjing rabies, yakni takut pada sinar, air dan galak sehingga menggigit. Maka dari itu, dia mengimbau kepada masyarakat yang memiliki hewan agar tidak melepaskan begitu saja hewan peliharaannya. Jika  masyarakat ada yang digigit anjing, agar segera ke Puskesmas supaya ditindaklanjuti.

“Yang pertama, tolong yang punya anjing dipelihara, jangan dilepas. Kedua, kalau digigit anjing segera ke Puskesmas,” harapnya. (mhj)