Penggajian P3K, Lotim Kelimpungan

Ratusan eks kategori II Lotim berdesak-desakan untuk menyerahkan berkas rekrutmen P3K di kantor BKPSDM Lotim, Selasa,  19 Februari 2019.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) masih menjadi momok bagi pemerintah daerah. Pasalnya, proses pengangkatan yang penggajiannya dibebankan pada APBD itu membuat pemerintah daerah kelimpungan, termasuk Pemkab Lotim.

Dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 19 Februari 2019, Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, H. Rohman Farly, menjelaskan, dari sejumlah sisa honorer eks kategori II, sampai saat ini anggaran yang mungkin diarahkan untuk membiayai P3K itu di bawah 100 orang untuk tahap pertama. Namun Pemkab Lotim masih mempelajari sumber anggarannya dari mana agar tidak melanggar aturan. Termasuk menunggu regulasi dan petunjuk yang ada mengingat penerimaan P3K bersifat sangat baru, ketika APBD tuntas dievaluasi gubernur. Setelah itu, Pemkab dipanggil ke Batam untuk membahas pengangkatan P3K ini.

Sementara Kadis PUPR Lotim, Toni Satriawibawa, mengaku tidak bisa berkomentar banyak terkait rencana pembayaran gaji P3K dengan akan mengambil anggaran dari pembangunan infrastruktur. Namun, katanya, itu tidak terlepas dari kebijakan kepala daerah. “Kita tunggu perintah saja, terpenting saat ini kita di Dinas PU bekerja,” jelasnya.

Toni mengatakan, apabila anggaran di PU diambil untuk pembayaran gaji P3K itu dari anggaran yang sudah ditetapkan dalam DPA. Maka dari Dinas PUPR siap mempersilakan selama sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada. Terutama ketika Perda APBD diubah, karena semuanya harus disinkronkan lagi.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BKPSDM Lotim, Muhammad Hairi, menjelaskan, berdasarkan hari koordinasi bersama bupati, Pemkab Lotim melalui BKPSDM kemudian mengambil tindakan untuk memotong dana untuk pembangunan infrastruktur dan dialihkan untuk menggaji P3K tersebut. Untuk itu, dari jumlah pendaftar sebanyak 508, nantinya yang akan diterima sekitar 73 orang. Hal tersebut dikarenakan hanya jumlah itu yang mampu diakomodir untuk penggajiannya dari hasil pemotongan berupa pengaspalan jalan, pembangunan sekolah, dan lain sebagainya.

Pantauan Suara NTB, ratusan eks honorer ketagori II, Selasa kemarin memadati kantor BKPSDM Lotim untuk menyerahkan berkas untuk rekrutmen P3K ini. Berkas yang dikumpulkan mulai dari ijazah, identitas serta SK-SK selama mengabdi menjadi honorer puluhan tahun. “Kita menyerahkan berkas dari eks K2,”kata Nopiana, eks K2 Lotim. (yon)