Huntara Korban Gempa Rusak, Pembangunan Rumah Permanen Dipercepat

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah (Suara NTB/humasntb)

Mataram (Suara NTB) – Hunian sementara (huntara) korban gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) banyak yang rusak dan hancur akibat angin puting beliung beberapa hari lalu.

Menyikapi hal ini, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan saatnya menggesa pembangunan rumah permanen atau hunian tetap (huntap) yang berkualitas bagi korban gempa.

Dikonfirmasi usai menghadiri acara di Ballroom Islamic Center, Kamis, 24 Januari 2019 siang, Gubernur mengatakan dengan kejadian tersebut, pembangunan hunian memang harus tahan gempa dan bencana. Sehingga, Kementerian PUPR sangat hati-hati dalam memberikan rekomendasi rumah yang akan dibangun.

‘’Sekarang sudah saatnya kita bangun bangunan permanen yang kualitasnya bagus, uangnya sudah ada, pillihannya sudah lebih banyak. Tinggal kita menggesa saja ini,’’ kata gubernur.

Banyaknya huntara yang rusak disapu puting beliung, kata gubernur memang karena sudah lama dibangun. Dengan adanya cuaca ekstrem seperti saat ini, Doktor Zul meminta masyarakat tetap waspada.

Cuaca ekstrem yang terjadi saat ini bukan hanya di Lombok, NTB. Tetapi hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

‘’Oleh karena itu, menghadapi cuaca ekstrem kita harus antisipasi dari sekarang dan siap secara mental kemungkinan buruk yang terjadi,’’ pesannya.

Data Command Room Penanganan Dampak Bencana Gempa Pemprov NTB, sebanyak 779 jiwa atau 241 KK korban gempa masih mengungsi di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pengungsi sebanyak itu berada di Desa Jenggala dan tersebar di tiga dusun. Yakni Tanak Song Daya 382 jiwa atau 105 KK, Panon 192 jiwa atau 62 KK dan Penyambuan 205 jiwa atau 74 KK.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Command Room Pemprov NTB, Drs. Tri Budiprayitno, M. Si menyebutkan, huntara yang sudah terbangun 47.750 unit dari jumlah kebutuhan 74.092 unit. Artinya, masih ada kekurangan huntara untuk korban gempa yang rumahnya rusak berat sebanyak 26.342 unit.

Dengan rincian, Lombok Utara masih kekurangan 10.109 unit, Kota Mataram 2.369 unit, Lombok Barat 8.522 unit, Lombok Tengah 1.859 unit, Lombok Timur. 3.963 unit, Sumbawa 539 unit dan Sumbawa Barat sudah terpenuhi huntara korban gempa. (nas)