Video Mesum Dua Pasang Pelajar Bikin Heboh

Ilustrasi konten video di ponsel (Suara NTB/ist)

Kota Bima (Suara NTB) – Masyarakat di Bima dihebohkan dengan beredarnya video dua pasangan yang beradegan layaknya suami-istri di sebuah balai-balai kumuh. Diduga, pemeran perempuannya masih berstatus pelajar SMAN di Kota Bima.

Dalam video yang berdurasi sekitar 1 menit 19 detik tersebut, masing-masing pasangan sedang melakukan perbuatan yang tidak senonoh. Bahkan saling bergantian merekam adegan mereka.

Salah seorang perempuan dalam video itu terlihat menggenakan kaos olahraga berlogo salahsatu SMAN di Kota Bima dan mengenakan rok berwarna abu-abu. Sementara teman lelakinya memakai celana pendek dan sarung.

Kemudian pasangan yang lain hanya terlihat mengenakan celana levis berwana biru. Pasalnya wajah dan badan mereka ditutup oleh selimut, lantaran takut terlihat dalam video yang direkam oleh rekannya.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota Iptu Akmal Novian Reza, S.IK mengatakan, pihaknya sedang mendalami video tersebut. Hanya saja identitas pelaku dalam video tidak terpuji  itu telah dikantongi.

“Sedang kita dalami kasusnya. Tapi sejumlah pemeran sudah dikantongi identitasnya,” katanya, Sabtu, 19 Januari 2019.

Bahkan untuk mendalami lebih lanjut persoalan itu, Akmal mengaku pihaknya juga sempat

mendatangi salahsatu SMAN di Kota Bima. Tujuannya untuk mengumpulkan keterangan. “Pihak sekolah yang kita datangi juga sudah mengakui ada oknum siswinya dalam video ini,” katanya.

Sehari melakukan pendalaman, pihaknya langsung mengamankan seorang laki-laki yang diduga salahsatu pasangan dalam video tersebut, di Kecamatan Woha. Inisialnya HR (18 tahun), warga Kecamatan Rasanae Timur. “Oknum ini sempat melarikan diri di Kecamatan Monta sejak video ini menjadi buah bibir, Jumat (18/1) malam,” katanya.

Berdasarkan keterangan oknum HR, dalam video tersebut diakui salaseorang diantaranya merupakan dirinya. Video tersebut dibuat di rumahnya belum lama ini. “Tidak ada motif atau tujuan HR membuat video ini. Para perempuan dalam video ini merupakan pacarnya,” katanya.

Ia menambahkan dalam kasus tersebut masih dilakukan penyelidikan. Pihaknya masih mencari tiga orang lagi yang sudah dikantongi identitasnya. Salahsatunya inisial BH (18 tahun) dan dua orang perempuan yang masih di bawah umur.

“Untuk dua perempuan ini kita tidak bisa sebutkan karena di bawah umur. Yang jelas kasus ini akan kita proses sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (uki)