Pengusaha Trawangan “Saweran” Bangun Dermaga Senilai Rp 14,7 Miliar

Gili Trawangan

Tanjung (Suara NTB) – Kumpulan pengusaha di Gili Trawangan, mempunyai kepedulian tinggi terhadap minimnya akses transportasi laut di pulau tersebut. Tahun ini, para pengusaha setempat mempunyai ide untuk membangun dermaga dari “saweran” dana masing-masing perusahaan.

Perwakilan pengusaha Gili Trawangan, Made Mada, kepada wartawan Senin,  14 Januari 2019 mengakui berdasarkan kesepakatan bersama para pengusaha, pembangunan dermaga diharapkan tuntas pada Juni tahun ini. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemda Lombok Utara terkait rencana tersebut. Nantinya, setelah dermaga dibangun dari dana swasta, sarana tersebut akan diserahkan kepada Pemda Lombok Utara dikelola daerah. “Dengan Pemda sudah OK, tinggal finalisasi izin,” ungkap Mada.

Dijelaskan General Manager Hotel Vila Ombak ini, para pengusaha tidak hanya membangun fasilitas dermaga, tetapi juga menghibahkan areal seluas 500 m2. Dermaga nantinya akan dibangun sepanjang kurang lebih 200 meter.

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang menyiapkan proses lelang proyek tersebut. Ditargetkan, proyek dermaga akan selesai pada bulan Juni mendatang. Letak dermaga berada di sebelah barat pulau tersebut. “Pembangunan dermaga ini murni inisiatif pengusaha Gili Trawangan. Kita bangunnya di sebelah barat (pulau), tempatnya bagus apalagi keadaan sekarang masih recovery. Kalau nanti pemerintah mau buat dermaga di timur, itu urusan lain,” jelasnya.

Untuk diketahui, dermaga Trawangan yang ada di sebelah Timur rusak akibat gempa. Dinas Perhubungan Lombok Utara sebelumnya mengklaim, Dermaga Trawagan akan dibangun oleh pemerintah pusat melalui dana APBN.

Made Mada melihat, potensi berkembangnya Gili Trawangan cukup tinggi. Sarana dan prasarana transportasi pendukung yang masih minim, cukup menghambat akses wisatawan dari dan menuju Gili Trawangan.

“Kita melihat potensi Trawangan cukup besar, sehingga kami pengusaha memberanikan diri. Apakah tamu nanti mau (menginap di hotel) ke mana tergantung mereka,” imbuhnya.

Terpisah, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Setda Lombok Utara, Ir. H. Hermanto, di ruang kerjanya menyatakan, Pemda Lombok Utara memberi apresiasi atas kontribusi positif para pengusaha ini. Anggara dermaga yang cukup besar, ditambah fasilitas akan diberikan ke Pemda Lombok Utara, memberi dampak positif bagi daerah.

 “Informasinya, anggaran pembangunan dermaga atau terminal khusus senilai Rp 14,7 miliar. Rencananya akan dibangun di sebelah barat, sehingga aksesnya seimbang antara Timur dan Barat (Trawangan),” ungkapnya.

Mewujudkan rencana investasi itu, Pemda Lombok Utara akan aktif membantu kelengkapan izin, Amdal dan sebagainya, sesuai aturan yang berlaku. (ari)