Dokumen Asli CPNS Pengaruhi Pengurusan NIP

Kepala BKD NTB, H. Fathurahman (Suara NTB/dok)

Pemerintah pusat memberikan waktu sampai 14 Januari 2019 kepada para pelamar CPNS yang dinyatakan lulus seleksi untuk melengkapi berkas-berkas dalam pengurusan Nomor Induk Pegawai (NIP). Bagi tenaga kesehatan, harus mampu menunjukkan Surat Tanda Registrasi (STR) asli. Sedangkan bagi guru, harus mampu menunjukkan sertifikat pendidik yang asli.

‘’Seluruh dokumen yang sifatnya original, seperti ijazah dan hal-hal lain. Sekarang harus ditunjukkan aslinya. Kalau dari sisi medis kan ada STR. Kalau pendidikan ada sertifikasi pendidik,’’ kata Kepala BKD NTB, Drs. H. Fathurahman, M. Si dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu, 12 Januari 2019.

Ia menjelaskan, saat ini sedang dilakukan tes kesehatan dan psikologi bagi 380 pelamar CPNS yang dinyatakan lulus seleksi beberapa waktu lalu. Setelah tes kesehatan, dilanjutkan dengan pemberkasan.

Baca juga:  Rekrutmen P3K Direncanakan Pertengahan Agustus

‘’Pemberkasan yang tentu lebih teliti. Kalau berkas-berkasnya  kurang, ada yang membuat keterlambatan terhadap pengurusan NIP. Pemberkasan ini sampai 14 Januari,’’ ujarnya.

Fathurahman menjelaskan jika ada ijazah yang hilang, maka CPNS harus mengurusnya sesuai dengan persyaratan yang ditentukan BKN. Seperti membuat keterangan dan lainnya.

Hasil seleksi CPNS 2018 untuk Pemprov NTB dan 10 Pemda kabupaten/kota telah keluar dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Khusus untuk Pemprov NTB, jumlah pelamar yang dinyatakan lulus menjadi CPNS  berdasarkan hasil validasi yang dilakukan Panselnas sebanyak 380 orang.

Dengan hasil validasi Panselnas ini, maka jumlah formasi CPNS 2018 untuk Pemprov NTB yang tak terisi bertambah satu formasi, sehingga menjadi 53 formasi yang lowong.

Baca juga:  Rekrutmen CPNS 2019 Dimulai Oktober

Dari 433 formasi yang diperoleh Pemprov  tahun 2018  sebanyak 380  formasi yang terisi. Sisanya, 53  formasi yang lowong. Formasi yang tak terisi tersebut, terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga pendidik atau guru. Untuk tenaga kesehatan sebanyak 43 formasi. Dengan rincian 37 dokter spesialis ahli pertama, 1 orang doker  gigi, sanitarian ahli pertama 1 orang, sanitarian terampil 1 orang, teknis elektromedis ahli pertama 1 orang, teknisi transfusi darah 2 orang.

Kemudian untuk formasi tenaga guru sebanyak 9 orang. Dengan rincian guru Agama Katholik ahli pertama dan guru nautika kapal penangkap ikan ahli pertama 8 orang. (nas)