Banjir dan Genangan Jadi Persoalan Serius Kota Mataram

Genangan Jalan di salah satu daerah di Kota Mataram. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram yang baru, Miftahurrahman, memiliki beban berat menuntaskan masalah banjir dan genangan di Kota Mataram. Persoalan tersebut hampir tiap tahun terjadi. Kini, belum ada solusi jangka panjang.

Dikonfirmasi pekan kemarin, Miftah mengamini permasalahan tersebut. Menurut dia, secara bertahap akan diselesaikan. Tetapi, dia tidak terlalu banyak berkomentar karena baru saja dilantik. “Iya, nanti kita lihat dulu,” jawabnya.

Selain itu, proyek fisik lainnya adalah pembangunan gedung kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) saat ini mangkrak.

Pekerjaan lainnya menyelesaikan monumen Mataram Metro dan kantor Walikota di Lingkar Selatan. Untuk monumen kata dia, akan dilanjutkan karena merupakan kebijakan. Termasuk mempersiapkan desain kantor Walikota.

Namun demikian kata Miftah, ini pekerjaan bertahap yang akan diselesaikan di tahun 2019. “Nanti digali informasi dan disesuaikan,” ujarnya.

Asisten II Setda Kota Mataram Ir. H. Mahmuddin Tura sebelum dilantik pernah menyampaikan, pembangunan lanjutan gedung BKPSDM dan Dispora telah dianggarkan masing – masing Rp1,5 miliar. Anggaran tersebut hanya menyelesaikan beberapa bagian saja. Dan, kembali dianggarkan di tahun 2020 untuk finishing.

Disampaikan, memang ada kekhawatiran terkait kerusakan bangunan karena tak diselesaikan langsung. “Makanya yang dikerjakan itu bagian strukturnya dulu,” tambahnya.

Paling prioritas diselesaikan yakni monumen. Proyek ini menjadi sorotan masyarakat. Sehingga, di tahun 2019 dianggarkan Rp11 miliar untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. (cem)