Anggota Dewan Ditantang Alokasikan Dana Pokir untuk Penanganan Rumah Kumuh

Hj. Nurul Adha dan Lalu Winengan (Suara NTB/her)

Giri Menang  (Suara NTB) – Kepala Dinas  Perumahan  dan Permukiman (Perkim) H. Lalu Winengan menantang  kalangan DPRD agar  mengalokasikan  dana pokok pikiran  (pokir)  untuk  penanganan rumah kumuh  yang tersisa masih banyak di Lobar.  Total rumah kumuh  yang ada mencapai 6.314 unit, dengan kemampuan  per tahun yang bisa ditangani rata-rata 1.200 unit.

Sementara tahun 2019 ini, ujarnya, pihaknya  menargetkan membangun sebanyak  1.500 unit. Bahkan  ia menargetkan sebelum  berakhir masa jabatan  Bupati H. Fauzan Khalid bersama Wabup Hj. Sumiatun nanti, penanganan  rumah  kumuh  di Lobar bisa tuntas.  “Penanganan  rumah kumuh itu ini akan selesai  sebelum  masa jabatan  pak bupati  dan Hj. Sumiatun berakhir lima tahun ke depan,” kata Winengan.

Lebih  jauh kata dia, penanganan  rumah  kumuh  itu ini berasal  dari anggaran  APBD kabupaten,  provinsi  dan DAK.  Sedangkan  komitmen  dari pengembang membantu pemda  menangani rumah kumuh, tahun ini dialihkan bantuan  dari pengembang untuk  penanganan  rumah kumuh. Pihaknya  juga berharap  agar  dewan  mengalokasikan  pokir untuk  penanganan rumah kumuh.

Sementara  itu anggota DPRD Dapil Kediri – Labuapi Hj. Nurul Adha , menegaskan, dirinya  tiap tahun mengalokasikan  pokir  untuk penanganan  rumah kumuh.  “Alhamdulillah saya sudah menganggarkan. Tiap tahun selalu ada,” jelasnya.

Ia sendiri  berkomitmen  mengalokasikan  pokir  untuk rumah  kumuh,  sebab diakui bahwa rumah kumuh  menjadi  salah satu persoalan di Lobar yang menyebabkan kemiskinan.  (her)