Landmark Danau Rawa Taliwang Diprotes, Wabup KSB Bereaksi

Tulisan landmark "Danau Rawa Taliwang" yang diprotes warganet KSB karena menghilangkan kata "Lebo" yang selama ini menjadi identitas danau tersebut. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Sepekan terakhir, warganet berdebat memprotes landmark “Danau Rawa Taliwang” di sekitar kolam taman wisata alam (TWA) danau Lebo Taliwang. Mereka memprotes keras karena pada tulisan identitas danau kebanggaan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu tidak disematkan kata “Lebo” yang selama ini menjadi sebutan danau yang terletak antara kecamatan Taliwang dan Seteluk itu.

Protes berawal dari postingan seorang warga bernama Indra Irawan, di laman facebook-nya (fb). Indra yang mengunggah foto landmark tulisan “Danau Rawa Taliwang” itu menyertakan keterangan dengan bahasa Taliwang yang jika diartikan menyatakan “jika foto-foto ini dijadikan tempat selfi maka akan tenar Danau Rawa Taliwang”. Dengan begitu kata “Lebo” yang selama ini dikenal oleh masyarakat KSB perlahan akan hilang.

Postingan yang diunggah pada 30 Desember 2018 itu, langsung ditimpali banyak warganet KSB. Rata-rata mereka mengecam penghilangan kata “Lebo” dalam landmark tersebut. Bahkan, Bupati pertama KSB, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH, MM melalui akun resminya yang terverifikasi turut membubuhkan komentarnya. Ia dengan tegas memprotes dengan menuliskan komentar, ‘Jangan Hilangkan “Lebo”’.

Berikutnya ada juga mantan anggota sekaligus Ketua DPRD KSB, H. Amir Ma’ruf Husain, S.PdI yang turut memprotes. Ia menuliskan di kolom komentar “Ini Musibah”. Dan banyak lagi warganet lainnya yang intinya menyatakan tidak rela jika nama “Lebo” yang selama ini menjadi sebutan warga KSB terhadap danau seluas sekitar 1.000 hektar itu dihilangkan secara sengaja maupun tidak sengaja.

Protes yang terjadi di dunia maya itu ternyata langsung ditanggapi Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin, ST. Alih-alih menimpali di kolom komentar untuk meluruskan, Wabup ternyata langsung melakukan klarifikasi ke kantor Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB selaku empunya kegiatan pembuatan landmark di danau Lebo Taliwang itu.

Wabup menyampaikan, kondisi di masyarakat KSB yang memprotes tidak adanya kata “Lebo” yang ditempatkan di landmark tersebut. “Alhamdulillah hari Senin kami sudah ketemu kepala BKSDA provinsi. Intinya beliau berkomitmen membangun destinasi wisata danau Lebo. Dan soal nama itu, mereka akan segera mengajukan permohonan ke menteri merubahnya menjadi Danau Lebo Taliwang,” terangnya kepada Suara NTB, Selasa, 1 Januari 2018.

Wabup mengaku, sangat mengapresiasi sikap kritis masyarakat terkait kesalahan penulisan landmark danau Lebo Taliwang itu. Sebab bagaimana pun sebagai sumber kekayaan alam daerah, danau Lebo menjadi salah satu identitas khas masyarakat KSB dan perlu terus dipertahankan dari generasi ke generasi. “Kita tidak ingin anak cucu kita nanti tidak tahu kalau orang tuanya menyebut danau itu Lebo,” katanya. (bug)