Pergantian Tahun, Warga di Bima Panik karena Hoaks Tsunami

Warga Desa Piong Kecamatan Sanggar mengungsi karena panik akibat termakan isu hoaks tsunami saat malam pergantian tahun 2019, Senin,   31 Desember 2018 malam. (Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Warga Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima panik dengan informasi tsunami pada saat malam pergantian tahun baru 2019, Senin,  31 Desember 2018  malam. Bahkan, warga sempat mengungsi saat beredarnya isu hoaks tersebut.

Kepanikan warga ditambah dengan adanya pemadaman listrik serta guyuran hujan. Warga yang termakan isu tersebut, lari berhamburan keluar rumah serta mengungsi ke tempat yang tinggi.

Camat Sanggar Ahmad S.H, dikonfirmasi Suara NTB via telepon, Selasa,  1 Januari 2019  membenarkan adanya kepanikan warga Desa Piong, lantaran termakan isu hoaks, mengenai tsunami hingga mengungsi tersebut. “Iya memang benar. Karena beredarnya informasi hoaks tentang tsunami,” katanya.

Ahmad mengaku warga mendengar kabar air laut yang tidak jauh dari kampung naik

ke permukaan yang tidak seperti biasanya. Pihaknya tidak mengetahui siapa oknum yang menyebarkan isu ini dan motifnya.

“Informasi pasangnya air laut ini cepat beredar luas hingga menyebabkan kepanikan. Kepanikan warga juga ditambah dengan padamnya aliran listrik,” ujarnya.

Karena takut akhirnya warga keluar rumah dan mengungsi ke tempat yang dianggap aman. Hanya saja, selang beberapa waktu pihak Desa dan Camat berkoordinasi dengan pihak terkait. “Setelah mendapat penjelasan, pihak Desa meminta warga pulang ke rumah. Warga pulang dalam keadaan was-was,” katanya.

Camat menghimbau masyarakat, terutama yang berada di pesisir pantai untuk tidak cepat mempercayai informasi atau isu yang disebarkan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. “Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai informasi hoaks,” harapnya. (uki)