Tolak Hasil Pilkades, Kantor Desa Monta Dirusak

Kantor Desa Monta yang dirusak massa, yang diduga tidak menerima hasil Pilkades serentak, Jumat, 28 Desember 2018. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Gedung dan fasilitas kantor Pemerintah Desa Monta Kecamatan Monta, dirusak massa. Aksi perusakan itu buntut dari kekecewaan massa yang menilai hasil Pilkades pada Kamis, 20 Desember 2018 diduga terjadi kecurangan.

Pj. Kepala Desa Monta Jakariah, S.Sos, mengatakan aksi perusakan kantor Desa mendadak terjadi. Bahkan, pihaknya terkejut tiba-tiba ada puluhan orang yang datang ke kantor setempat dengan membawa balok dan palu.

“Saat itu kondisinya ramai karena ada pembagian gas elpiji gratis kepada masyarakat. Tapi puluhan orang langsung melakukan perusakan,” katanya.

Ia mengaku bersama dengan staf Desa sempat melarang dan meminta agar tidak menahan aksi tersebut. Hanya saja tidak mampu dibendung. Bahkan sejumlah staf mengamankan diri, karena takut jadi sasaran pelampiasan kelompok massa tersebut.

Menurutnya, perusakan tersebut menyebabkan gedung kantor jebol akibat dihantam palu dan banyak inventaris yang ada di dalam kantor rusak parah. Diperkirakan, kerugian akibat aksi perusakan ini mencapai ratusan juta. “Kami berharap pelaku pengrusakan dapat diproses secara hukum,” kata Jakariah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bima, Drs. Sirajuddin, MM yang dikonfirmasi Suara NTB, tidak mengetahui adanya kejadian tersebut. Pasalnya, ia tengah mengikuti ujian kompetensi di luar daerah. “Saat tidak tahu informasinya. Saya lagi mengikuti ujian kompetensi,” katanya.

Terpisah, Kapolsek Monta, Iptu Edy Prayitno, mengakui kejadian pengrusakan fasilitas kantor pemerintahan Desa tersebut. Aksi pengrusakan lantaran diduga massa kecewa dengan hasil Pilkades serentak. “Yang memang betul ada kejadiannya. Informasinya persoalan Pilkades,” katanya.

Diakuinya, persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh pihaknya dengan dibantu aparat TNI. Edy meminta masyarakat tetap tenang serta tidak terpancing dengan isu-isu yang memanaskan suasana. “Jika ada persoalan kami berharap agar dikomunikasikan atau dilaporkan kepada kami. Tidak melakukan perusakan yang akan merugikan masyarakat banyak,” harapnya.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, protes penolakan hasil Pilkades serentak serentak 53 Desa di Kabupaten Bima itu juga terjadi di Desa Mandala Kecamatan Wera. Sekelompok massa melakukan aksi unjuk rasa, memblokade jalan dan membakar ban bekas di kantor Camat Wera, Jumat (28/12). (uki)