Dinas Perkim NTB Siapkan 12 Model Huntap

Kepala Dinas Perkim NTB,  IGB. Sugihartha (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB, Ir. IGB. Sugihartha, MT mengatakan, pemerintah terus melakukan upaya-upaya percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban gempa. Saat ini sedang disiapkan 12 model rumah tahan gempa yang dapat menjadi pilihan masyarakat.

‘’Sekitar 12 model rumah yang sudah diajukan (uji di Kementerian PUPR). Namun yang sudah direkomendasikan yakni Risha, Riko, Rika, Risba, RCI beton semua,’’ kata Sugihartha di Kantor Gubernur, Jumat, 14 Desember 2018.

Sedangkan model rumah tahan gempa jenis lainnya masih dalam tahap diuji di Kementerian PUPR. Misalnya, rumah instan baja ringan (Risbari). Sugihartha mengatakan, Pemda sendiri sebenarnya menginginkan pembangunan huntap bisa cepat.

Untuk itulah beberapa hari lalu gubernur menemui Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR di Jakarta untuk menggesa jenis-jenis rumah tahan gempa lainnya yang menjadi pilihan masyarakat. Karena rumah tahan gempa yang dibangun masyarakat terlebih dahulu harus diuji Kementerian PUPR. Baru kemudian dapat diproduksi massal.

‘’Semakin banyak pillihan maka masyarakat akan memilih yang jadi cepat. Kita harapkan satu kelompok pilihannya satu. Karena kalau satu Pokmas seragam pilih Risha, misalnya. Maka cepat prosesnya. Agak lambat itu karena menyusun desainnya,’’ jelasnya.

Sugihartha menyebutkan, sampai 10 Desember 2018 jumlah huntap yang sedang dibangun sebanyak 3.006 unit. Angka ini katanya meningkat dibandingkan posisi 26 November lalu yang hanya 1.172 unit.

Kemudian jumlah Pokmas yang terbentuk sebanyak 17.052 KK. Sedangkan rekening Pokmas yang sudah terisi 10.547 KK. Mengenai progres pembangunan Risha, ia menyebut 49 unit sudah selesai dibangun, 1.408 unit sedang dalam proses. Masyarakat yang memilih membangun Risha sebanyak 4.149 KK.

Untuk Rika yang sudah selesai dibangun 11 unit. Rika dalam proses pembangunan 288 unit. Sebanyak 4.340 masyarakat memilih bangun Rika. Untuk Riko, dari 4.256 unit yang menjadi minat masyarakat, sudah selesai dibangun 25 unit dan sedang dibangun 789 unit. (nas)