Saling Tatap, Tiga Remaja Todongkan Senpi Rakitan

DIAMANKAN - Salah seorang tersangka penodongan dengan panah dan senjata rakitan saat diamankan di Mapolres Dompu, Minggu, 9 Desember 2018. (Suara NTB/Ist)

Dompu (Suara NTB) – Tiga terduga pelaku pengancaman dengan panah dan senjata rakitan berhasil diringkus polisi, Jumat, 7 Desember 2018  Pukul 20.00 Wita. Mereka Rm, Sl dan Hr warga Lingkungan Simpasai Kelurahan Simpasai. Dari tangannya berhasil diamankan sepucuk senjata rakitan, satu buah ketapel dan beberapa anak panah.

Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Sabri, SH., kepada Suara NTB, Sabtu, 8 Desember 2018 mengungkapkan, pengancaman dengan cara menodong dua korban asal Lingkungan Potu tersebut terjadi di depan Masjid Raya Baiturrahman Dompu. Awalnya, mereka terlibat aksi saling tatap yang kemudian memicu amarah para tersangka.

“Merasa ditantang, para pelaku berhenti kemudian menanyakan sambil mengeluarkan panah dan senjata rakitan,” kata dia.

Belum sempat menjawab pertanyaan dua korban yang merasa jiwanya terancam spontan lari menyelamatkan diri. Sementara, tersangka yang aksi jahatnya dijumpai salah seorang anggota langsung dikejar, namun tak berhasil ditangkap.

Kendati sempat gagal, lanjut Sabri, polisi akhirnya berhasil  menciduk dua dari empat tersangka saat melintas di depan Kantor Bupati yang ketika itu tengah dipadati rombongan peserta pelepasan obor Porprov dari Kabupaten Bima. “Baru satu tersangka lagi diamankan dan satu lainnya masih dalam pencarian,” jelasnya.

Selain terduga pelaku, polisi juga mendapati barang bukti yang digunakan hari sebelumnya untuk menodong korban antas nama One dan Muhammad Rizal, yakni sepucuk senjata rakitan, satu buah ketapel dan beberapa butir anak panah.

Berbekal temuan tersebut mereka langsung digiring ke Mapolres Dompu untuk diproses lebih lanjut, dan tak menutup kemungkinan keduanya merupakan biang pemanah misterius yang akhir-akhir meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah Potu. Dugaan tersebut pun didukung keterangan beberapa orang warga dan korban. “Menurut keterangan dari korban dan warga setempat bahwa empat pelaku ini sering melakukan aksi yang sama di Potu,” pungkasnya. (jun)