Kasdiono Sebut Isu Pencopotannya Bagian dari Aksi Pembersihan Kelompok TGB

MNS. Kasdiono (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD NTB, H. MNS. Kasdiono angkat bicara terkait isu  pencopotan jabatannya. Ia menuding, rencana pencopotannya karena ia dianggap sebagai bagian dari kelompok mantan Ketua DPD Partai Demokrat NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, yang sudah ke luar dari Partai Demokrat.

“Memang kami berdua diberikan amanah sebagai Pimpinan Fraksi Partai Demokrat NTB pada era TGB (sapaan akrab M. Zainul Majdi) sebagai Ketua DPD partai Demokrat. Lantas sekarang ini di saat Partai Demokrat NTB tidak lagi dipimpin oleh TGB kami berdua mau dicopot sebagaimana yang disampaikan oleh Zainul Aidi (Sekretaris Partai Demokrat),” kata Kasdiono kepada Suara NTB.

Ditegaskan Kasdiono, ia pun tidak  keberatan  jika partai akan mencopot jabatan sebagai ketua fraksi. Karena itu ada hak partai untuk menunjuk kadernya untuk duduk di kursi pimpinan fraksi. “Terkait isu rencana pencopotan saya dan Pak Nasihun sebagai pimpinan fraksi, itu adalah Hak Partai, kami berdua siap mengembalikan amanah itu,” tegasnya.

Baca juga:  Hadapi Pilkada, PAN Mulai Bergerak Usai Mukernas

Namun ia menyayangkan isu pencopotan sebagai ketua fraksi harus diungkapkan lewat media massa. Padahal itu cukup dilaksanakan oleh internal partai. Dengan diungkapkan kemudian, telah menimbulkan berbagai macam spekulasi di masyarakat.

“Kami sangat sayangkan adalah kenapa harus diwacanakan di media. Sehingga bisa menimbulkan berbagai macam penafsiran. Kasihan Partai ini, padahal hingga saat ini fraksi PD merupakan salah satu fraksi yang kompak dan sangat produktif,” katanya.

Baca juga:  PKS Resmi Pimpin DPRD Lotim

Ditegaskan Kasdiono, jikapun alasan pencopotan dirinya itu lantaran ia tidak lagi mencalonkan diri sebagai anggota DPRD di Pemilu 2019, itu merupakan hak politiknya yang harus dihargai.

“Kalau alasannya karena kami berdua tidak lagi mencalonkan, itu adalah hak politik kami yang mestinya harus dihargai. Toh kami masih tetap sebagai pengurus inti partai,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri terkait perombakan pimpinan Fraksi Demokrat tersebut, memilih bungkam. Ia tak mau memberikan pernyataan terkait hal tersebut.

Diketahui, pertama kali yang menyebutkan terkait pencopotan ketua fraksi tersebut adalah Sekretaris DPD Demokrat NTB, Zainul Aidi. Alasannya hanya untuk mendorong kinerja fraksi lebih kuat. (ndi)