Pokmas Belum Terbentuk, Anggaran Perbaikan Rumah Terancam Ditarik

Salah satu Ketua Pokmas di Lingkungan Pengempel memantau distribusi material oleh distributor belum lama ini. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat mendesak kabupaten/kota terdampak gempa segera membentuk kelompok masyarakat. Jika di masa transisi Bulan Februari belum terbentuk Pokmas. Anggaran perbaikan rumah terancam ditarik.

Di Kota Mataram telah terbentuk 98 Pokmas dengan anggota 1.324 kepala keluarga. Dari data masuk berdasarkan surat keputusan walikota jumlah warga rumahnya rusak kategori berat 2.396 KK. Idealnya, kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Mataram, H. M. Kemal Islam, Pokmas seharusnya terbentuk 180 lebih.

“Iya, ada sekitar 90 Pokmas belum terbentuk. Kalau yang rusak ringan dan sedang sudah demikian bentuknya,” kata Kemal ditemui pekan kemarin.

Baca juga:  Pekan Ini, Korban Gempa di Kota Mataram dan KSB Terima Jadup

Kemal tak mengetahui informasi anggaran perbaikan rumah akan ditarik oleh pemerintah pusat jika di masa transisi Pokmas belum terbentuk.

Kota Mataram tetap akan membentuk Pokmas. Penyelesaian rehab rumah ditargetkan tuntas bulan Juni 2019 mendatang. “Kalau itu belum tahu saya. Tapi ditargetkan semuanya tuntas Bulan Juni,” ucapnya.

Kemal mengungkapkan, permasalahan dihadapi di lapangan masyarakat yang rumah rusak berat enggan dibongkar rumahnya. Padahal, persyaratan mendapatkan bantuan Rp50 juta harus dibangun dari nol.

Jika bersikukuh tidak membongkar maka dilakukan verifikasi kembali oleh dari Pemprov NTB.

Baca juga:  19.099 Korban Gempa NTB Telah Terima Jadup

“Kalau misalkan tetap tidak mau dibongkar akan diturunkan statusnya. Dari rusak berat ke rusak sedang atau ringan,” tegasnya.

Permasalahan lainnya, terjadi kesalahan data yang terletak pada pengetikan. Rumah tidak masuk kategori rusak ringan tapi tercatat rusak berat. Setelah divalidasi kembali totalnya mencapai 160 kesalahan pengetikan.

Ini kata Kemal, harus divalidasi kembali sambil membentuk Pokmas. “Yang salah pendataan ini cukup banyak,” aku Kemal. Mantan Kepala Dinas Pertamanan ini terus mendorong masyarakat segera membentuk Pokmas. (cem)