Satgas Dalami Dugaan Pungli Pembuatan Seragam di SMAN 1 Taliwang

Ketua Satgas Saber Pungli Polres KSB,  Teuku Ardiansyah (Suara NTB/ils)

Taliwang (Suara NTB) – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Polres KSB masih mendalami kasus dugaan pungli pada pembuatan seragam di SMAN 1 Taliwang (Smanta). Belum lama ini, Satgas Saber menerima laporan pengaduan terkait kasus tersebut, dengan total pungutan untuk seragam mencapai Rp1.260.000 per siswa.

Ketua Satgas Saber Pungli Polres KSB, Kompol Teuku Ardiansyah, kepada  Suara NTB, Selasa,  4 Desember 2028 mengatakan, memang laporan pengaduan terkait pungutan itu sudah diterima dan masih didalami. Pihaknya juga dalam waktu dekat, akan segera meminta klarifikasi dari kepala sekolah terkait uang yang dipungut tersebut.

Jika hasil klarifikasi nantinya ada kejanggalan, maka pihak terkait akan menaikan status kasusnya ke tahap penyedikan. Hanya saja untuk saat ini, pihaknya meminta agar pihak sekolah memberikan penjelasan serta dasar adanya pungutan. Ketika dalam waktu yang diberikan tidak kunjung memberikan kejelasan, maka pihaknya baru akan mengambil langkah represif (penindakan).

“Memang laporan terkait kasus tersebut sudah kami terima, tapi untuk sementara ini masih kita dalami. Supaya dalam penanganan nanti tidak ada yang merasa dirugikan,” sebutnya.

Dikatakannya, sampai dengan saat ini satgas saber Pungli telah menerima puluhan aduan terkait praktek tersebut. Dimana dari banyaknya laporan masih didominasi dari sektor pendidikan dan pelayanan lainnya. Hal tersebut terjadi karena sektor-sektor itu yang langsung berkaitan dengan masyarakat banyak. Jika mengacu ke Permendikbub cukup banyak sekali celah masuknya satgas saber untuk menindak lanjutinya. Baik itu pungutan untuk pembelian seragam maupun adanya pungutan terkait hal lainnya. Hanya saja dari laporan yang sudah diterima tersebut, rata-rata baru pada tahap penyelidikan.

“Hingga saat ini sudah ada puluhan laporan terkait  praktek ini yang didominasi oleh sektor pendidikan dan pelayanan. Untuk itu, kita minta kepala sekolah agar berhati-hati jika ingin melakukan pungutan dan tetap akan kita pantau,” tandasnya.

Ditemui secara terpisah, Kepala SMAN 1 Taliwang, Muhammad Nasir S.Pd.,M. Pd, mengatakan, jika mengacu kepada Permendikbud nomor 75 tahun 2016, maka pungutan yang dilakukan sudah mendapatkan persetujuan dari orang tua para siswa. Bahkan sebelum dana itu dipungut, pihak sekolah juga sudah bertemu dengan orang tua siswa dan tidak ada masalah jika harus dipungut.

Jadi, pada dasarnya, sekolah tidak lagi melakukan pungli karena sudah ada kesepakatan. Hal tersebut juga sudah sesuai dengan edaran Kepala Dinas, bahwa untuk masalah seragam akan diserahkan sepenuhnya ke orang tua. Bahkan, pihaknya juga tidak memaksa para siswa mendapatkan seragam ini, jika sudah memiliki seragam.

“Kami tiga melakukan pungli, karena sudah ada kesepakatan antara sekolah yang dalam hal ini koperasi dengan para orang tua siswa. Bahkan orang tua juga tidak ada yang merasa keberatan jika pungutan terkait seragam dilakukan,” tukasnya. Bahkan, dalam waktu dekat, apa yang diminta oleh Tim Saber akan diberikan supaya pungutan untuk seragam bisa jelas. (ils)