Kucuran DD di NTB, Lotim Terbesar

Kepala DPMPD dan Dukcapil NTB, H. Ashari (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kucuran Dana Desa (DD) untuk NTB terus mengalami peningkatan. Tahun 2019, delapan kabupaten di NTB memperoleh DD sebesar Rp1,1 triliun lebih. Dari delapan kabupaten yang mendapatkan DD, Lombok Timur memproleh porsi terbesar mencapai Rp307,3 miliar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD dan Dukcapil) NTB, Dr. H. Ashari, SH, MH membenarkan DD tahun depan untuk NTB meningkat menjadi Rp1,1 triliun. Mengenai rencana pemerintah pusat yang juga akan mengucurkan dana kelurahan pada 2019, Ashari mengatakan belum bisa memastikan apakah NTB mendapatkan atau tidak.

‘’Kita belum tahu juknisnya. Besok kita lihat 2019. Itu teknisnya kita belum tahu. Apakah langsung ke kabupaten/kota. Kalau dana desa tersendiri dia juknisnya,’’ kata Ashari dikonfirmasi di Mataram kemarin.

Berdasarkan data Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB untuk dana desa yang jumlahnya Rp1,18 triliun, paling besar diperoleh Lombok Timur, sebesar Rp307,3 miliar. Disusul Lombok Tengah Rp193,1 miliar, Kabupaten Bima Rp185,6 miliar, Lombok Barat Rp155,59 miliar. Kemudian Sumbawa Rp144 miliar, Dompu Rp70,7 miliar, Lombok Utara Rp64,3 miliar dan Sumbawa Barat Rp60,4 miliar.

Baca juga:  Rp348,89 Miliar Dana Desa Mengendap di Kas Daerah

Tahun 2018, DD yang diberikan kepada 995 desa pada  delapan kabupaten di NTB sebesar Rp 983,1 miliar lebih. Terjadi kenaikan sebesar Rp 118,1 miliar lebih dari tahun 2017 sebesar Rp 865 miliar lebih.

Rincian DD yang diterima delapan kabupaten di NTB, seperti Kabupaten Bima, dari Rp 155,2 miliar pada 2017 meningkat menjadi Rp 156,5 miliar pada 2018. Kabupaten Dompu, dari Rp 61,1 miliar pada a2017 meningkat menjadi Rp 63,1 miliar pada 2018.

Baca juga:  Rp348,89 Miliar Dana Desa Mengendap di Kas Daerah

Kemudian Lombok Barat, dari Rp 108,7 miliar pada 2017 meningkat menjadi Rp 128,6 miliar pada 2018. Lombok Tengah, dari Rp 118,5 miliar meningkat menjadi Rp 155,4 miliar. Lombok Timur, dari Rp 209,3 miliar menjadi Rp 253,3 miliar pada 2018.

Kabupaten Sumbawa Barat, dari Rp 47,7 miliar pada 2017 menjadi Rp 52,3 miliar pada 2018. Serta Lombok Utara, dari Rp 34,8 miliar pada 2017, menjadi Rp 49,8 miliar pada 2018.

Ashari mengatakan, DD yang dikucurkan diklaim mampu menurunkan angka kemiskinan di daerah ini. Namun pascabencana gempa, kemiskinan diprediksi akan bertambah.

‘’Sekarang ini masih bencana.  Pascabencana ini, diprediksi memang kemiskinan akan bertambah.  Tapi ada 100 desa kita akan  intervensi. Yang jelas itu akan menjadi prioritas penanggulangan kemiskinan,’’ tandasnya. (nas)