Seleksi CPNS, Pemkot Protes Sistem Perangkingan

Kepala BKPSDM Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, protes terhadap sistem perangkingan.

Bukannya menyelesaikan masalah, tapi sistem ini dinilai justru menimbulkan gejolak baru. Masalahnya, pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lulus passing grade teracam tak bisa mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB).

“Siang ini kita mau rapat ke BKD NTB. Kalau jawabannya sama, kita mau protes ke Panselnas,” tegas Kepala BKPSDM Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati ditemui Senin, 26 November 2018. Nelly menjelaskan, dalam Peraturan Menteri Nomor 37 Tahun 2018 tidak ada perubahan. Konteks dalam Permen PANRB Nomor 61 Tahun 2018 tentang optimalisasi formasi lowong karena tidak memenuhi passing grade.

Perubahan regulasi itu telah dibedah dan telaah. Nelly heran terkait sosialisasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) bahwa pelamar yang lulus passing grade tidak bisa ikut seleksi kompetensi bidang. “Kalau begini kan ribut pelamar yang lulus passing grade,” ujarnya.

Baca juga:  Pemprov NTB akan Rekrut Sisa Eks Honorer K2

Dari 6.491 pelamar yang mengikuti tes kompetensi dasar hanya 131 yang lulus passing grade. Dan, hanya mampu mengisi 93 formasi. Kebijakan baru dari pemerintah pusat kata Nelly, sebenarnya membuat Pemkot Mataram merasa tenang.

Baca juga:  Rekrutmen P3K Juli, Pemprov Ajukan Formasi CPNS Dua Kali Lipat

“Kan kalau satu formasi yang memenuhi passing grade dua orang, nanti kita sebar dulu. Kalau sudah habis dan ada yang lowong baru kita perangkingan,” jelasnya.

Formasi lowong seharusnya diambil dari perangkingan. Artinya, pelamar yang memenuhi passing grade secara otomatis mengikuti SKB. Terkait aturan baru tersebut akan diminta dari UPT BKN Kantor Regional Denpasar menjelaskan. Karena mereka telah mengikuti rapat kerja nasional di Jakarta.

Jika hasil presentasinya sama, pihaknya akan mendatangi Panselnas untuk meminta penjelasan. “Ini jelas berpotensi menimbulkan masalah,” demikian kata Nelly. (cem)