Kapal Multi Prima I Diduga Tenggelam, Tujuh ABK Belum Ditemukan

Tim SAR Mataram yang melakukan proses pencarian tujuh  ABK kapal kargo Multi Prima I  yang diduga hilang di perairan Bali – Sumbawa. (Suara NTB/ist_SAR_mataram)

Giri Menang (Suara NTB)  – Kapal kargo Multi Prima I diduga hilang di sekitar Perairan Bali-Sumbawa, Kamis, 22 November 2018 lalu. Kapal berisi 14 Anak Buah Kapal (ABK) itu berlayar dari Surabaya menuju Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT) membawa bahan-bahan bangunan dan pakan ternak.

Hingga berita ini ditulis Minggu, 25 November 2018 petang, baru tujuh ABK ditemukan, tujuh lainnya diduga hilang. Diduga kapal tenggelam akibat nekad berlayar meski dalam situasi cuaca buruk dan gelombang tinggi.

‘’Dari 14 ABK, baru tujuh orang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat sedangkan tujuh orang lagi belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian,’’ kata Kepala Kantor SAR Mataram, I Nyoman Sidakarya Minggu petang.

Informasi tambahan diperolehnya,  dari 14 ABK, tujuh orang selamat sudah dibawa ke Pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo. Identitas mereka yang selamat Bob Chris Butarbutar (26), Rahmatulloh (27), Debiyallah Sastria (27), Zainal Arifin (21), Benyamin Henuk (34), Haji Jamaludin (20), dan Aldy Hidayat (18). “Mereka masih dalam kondisi lemas dan shock,” sebutnya.

Baca juga:  Gubernur Inspeksi Angkutan Lebaran

Sementara tujuh ABK yang belum ditemukan yakni Syamsul Salda (38), Pande (67), Riski (26), Sutrisno (57), Soni Kancil (41), Philipus Bay (43), danˇNahkoda kapal Trasius alias Joi (35).

Sesuai informasi diterimanya, tenggelamnya Kapal Kargo Multi Prima I itu pada Kamis lalu di sekitar perairan Pulau Kapoposang Sumbawa. Meski sudah beberapa hari, namun baru dilaporkan ke pihak SAR sore kemarin sekitar pukul 15.00 Wita.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung apel dan persiapan operasi menuju sasaran pencarian. Tim diterjunkan ke lokasi dengan menggunakan Kapal Reschue Boat 220 Mataram. ‘’Kami akan melanjutkan menggerakan Kapal RB 220 Mataram besok (hari ini) jam 5 pagi untuk melakukan penyisiran,’’ ujar Nyoman.

Selain menerjunkan kapal, timnya juga berkordinasi ke kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian untuk mencari informasi tambahan.

Baca juga:  Harga Tiket Pesawat Mahal, Damri Rencanakan Layani Angkutan Antar Provinsi

Sementara informasi tambahan dari Humas SAR Mataram I Gusti Lanang Wiwandana petang kemarin, pencarian tujuh korban lainnya belum ada tanda-tanda ditemukan.  ‘’Bahkan tanda kapal tenggelam di sekitar perairan belum terdeteksi,’’ katanya.

Sekitar pukul 12.00 Wita kemarin, pihaknya berkomunikasi dengan  pesawat patroli TNI Angkatan Laut (AL). Posisi pesawat kurang lebih 12 mil sebelah selatan koordinat kapal KM Multi Prima dan posisi kapal KN SAR 220 Mataram. Pihaknya pun melakukan pencarian korban bersamaan dengan pesawat udara patroli AL tersebut.

Selanjutnya timnya, standby menunggu info lebih lanjut dari pesawat patroli AL. Hasilnya, pencarian yang dilakukan dengan patroli  radius 30 Nm dari koordinat awal pun masih nihil. ‘’Untuk saat ini kapal kami masih di tengah laut.

Hasil sementara masih nihil.Tidak ada tanda-tanda kapal tenggelam,’’ujarnya. (her/ars)