Sejumlah Formasi Berpotensi Lowong, Pelamar Peroleh Nilai Minimum 255 Bisa Ikut SKB CPNS

Kepala BKD NTB, H. Fathurahman (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin mengeluarkan Permenpan Nomor 61 Tahun 2018 menyikapi gugur massal peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 akibat passing grade atau nilai ambang batas yang dianggap terlalu tinggi. Bagi pelamar yang tak lulus passing grade, mereka dapat mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) asalkan nilai akumulatif passing grade, minimal 255.

“Melihat terbitnya Permenpan No. 61 Tahun 2018, artinya ada kesesuaian keinginan daerah dengan pusat. Paling tidak banyak yang tak terakomodir bisa diselesaikan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurahman, M. Si dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 22 November 2018.

Dalam Permenpan tersebut, kata Fathurahman, jika dalam satu formasi pelamar yang lulus passing grade lima orang. Maka semuanya dapat ikut tes SKB. Dalam Permenpan sebelumnya, pelamar yang ikut tes SKB maksimal tiga kali jumlah formasi.

Tetapi jika hanya satu orang pelamar yang lulus passing grade. Maka satu orang saja yang ikut tes SKB. Jika formasi yang dibutuhkan lima jabatan. Sedangkan pelamar yang memenuhi passing grade cuma satu orang. Maka pelamar yang ikut tes SKB akan dirangking masing-masing tiga kali jumlah formasi. Nilai ambang batas minimal ikut tes SKB adalah 255 ke atas.

Baca juga:  Pemprov Usulkan 500 Formasi CPNS dan 300 P3K

Meskipun dilakukan sistem perankingan, kata Fathurahman sejumlah formasi CPNS Pemprov NTB berpotensi lowong alias tak terisi. Karena jumlah pelamar sedikit, tidak ada yang memenuhi passing grade dan nilai batas minimal 255 sesuai Permenpan tak ada yang memenuhi.

Tetapi, formasi yang bersesuaian akan terisi. Misalnya, formasi perawat di RS Manambai Abdul Kadir Sumbawa dan RSUP NTB. Perawat di Rumah Sakit Manambai tak ada yang memenuhi nilai minimal  255.  Artinya, tak ada pelamar yang bisa ikut tes SKB. “Tapi nanti hasil dari formasi perawat di RSUP, diambilkan yang nomor dua mengisi di RS Manambai,” jelasnya.

Terkait dengan pelaksanaan tes SKB, Fathurahman mengatakan belum ada informasi dari pemerintah pusat. Pemda masih menunggu informasi dari pemerintah pusat kaitan dengan pelaksanaan tes SKB CPNS 2018.

Baca juga:  Pemberkasan P3K Dilakukan Secara Bertahap

Sementara itu, untuk pelamar CPNS jalur eks honorer K2, dipastikan akan diangkat jadi PNS. Untuk CPNS jalur khusus ini tidak ada sistem perankingan seperti jalur umum. “Untuk eks K2 sudah jelas, tinggal diangkat saja. Tinggal melihat formasinya saja. Dia pakai jalur khusus,” terangnya.

Diketahui, hasil tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS pada sebelas entitas pemerintahan di NTB sangat miris. Dari 54.388 pelamar yang ikut tes SKD CPNS 2018 di instansi Pemprov dan 10 Pemda kabupaten/kota, hanya 818 pelamar yang memenuhi passing grade atau nilai standar kelulusan.

Minimnya pelamar yang memenuhi passing grade menyebabkan akan banyak formasi yang akan lowong alias tak terisi. Untuk itu, Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota telah membuat surat ditujukan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PANRB) dan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS 2018.  Ada lima rekomendasi atau usulan yang disampaikan ke pemerintah pusat dan sudah mendapat persetujuan. (nas)