Bangun Infrastruktur Lotim, Bupati Sukiman akan Berutang

BERTEMU - Bupati Lotim H. Sukiman Azmy saat bertemu dengan Direktur Bank NTB Syariah Kukuh Raharjo di Selong, Rabu,  31 Oktober 2018. (Suara NTBrus)

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim) H. M. Sukiman Azmy menyatakan akan meminjam  dana untuk membangun infrastruktur. Rencana Bupati itu disampaikan langsung kepada Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Raharjo di Kantor Bupati Lotim, Rabu,  31 Oktober 2018.

Bupati Lotim menggambarkan, hajatnya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Lotim ini sangat besar, yakni Rp 1,9 triliun dana yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur tersebut.

Melihat besaran dana tersebut, tidak memungkinkan untuk menggunakan dana APBD. Bahkan dari hasil rasionalisasi kebutuhan per tahun ditemukan angka Rp 450 miliar per tahun. Besaran kebutuhan dana itulah yang coba akan dipinjam bupati dan diharap bisa diberikan oleh Bank NTB Syariah.

“Rp 450 miliar akan kita pinjam, Bisa lewat Bank NTB Syariah atau mungkin dengan sindikasi,” ujarnya.

Menurutnya, jika Bank NTB Syariah bisa Rp150 miliar, maka sindikasi dengan perbankan lainnya sisanya. Pemkab Lotim sendiri siap memberikan asetnya sebagai jaminan dan tambahan penyertaan modal untuk Bank NTB Syariah. “Kami punya banyak ruko, bisa disewa dan bisa menjadi bentuk tambahan saham kami,” ucap Sukiman.

Dituturkan, pembangunan infrastruktur Lotim ini rencana akan dilaksanakan menggunakan sistem tahun jamak. Diakuinya, pihaknya pernah punya pengalaman meminjam dana di Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk membangun Pasar Masbagik.  Namun, sekarang ini, pihaknya akan mencoba mencicil pinjaman ke bank yang dimiliki pemerintah daerah daripada keluar.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Raharjo mengatakan, Bank NTB Syariah merupakan bank milik pemerintah daerah yang didirikan oleh pemegang saham pemerintah mulai kabupaten dan provinsi. Hasil kerja dari Bank NTB Syariah ini diharapkan bisa mendukung kegiatan pembangunan seluruh kabupaten kota dan provinsi.

Menjawab keinginan Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, Kukuh mengatakan sepanjang ada satu konsep pengembangan dan sesuai syarat akan dukung langkah Bupati. Kalaupun jumlahnya tidak mencukupi pinjamannya, maka Bank NTB Syariah ini akan mengajak perbankan syariah lainnya untuk melakukan sindikasi.

Diakui, ada dividen yang diberikan Bank NTB ke pemerintah daerah. Dividen tergantung dari hasil usaha. Sementara hasilnya selama ini masih sangat terbatas. Di mana, hasil dari pengembangan itu sebagain besar dikembalikan lagi dalam bentuk tambahan saham. Idealnya, semakin besar usaha yang dikembangkan, maka semakin besar pula dividen yang diberikan ke pemerintah daerah.

Kabupaten Lotim sampai saat ini sudah  penyertaan modal Rp 70 miliar. Penyertaan modal itu bisa dalam bentuk uang kas dan ada juga dalam bentuk aset. Diberikan dalam bentuk aset karena Bank NTB Syariah membutuhkan aset-aset milik pemerintah daerah itu untuk mengembangkan jejaring bisnisnya. “Dengan penyertaan modal berupa aset ini kan akan jauh lebih berharga karena seiring pertambahan tahun akan semakin meningkat nilainya,” terangnya.

Selanjutnya ditegaskan, pascaberubah status dari bank konvensional menuju bank syariah diyakinkan dividen yang akan dihasilkan bisa lebih besar. Dilihat dari kelengkapan produk perbankan syariah yang ditawarkan kepada para nasabah, maka lebih besar potensi bagi hasilnya. Potensi NTB sendiri sebagai daerah yang mayoritas penduduknya Muslim. (rus)