NTB Kekurangan 67.961 Unit Huntara

Koordinator Data dan Informasi Kogasgabpad Penanganan Darurat Bencana Gempa NTB, Tri Budiprayitno (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Data Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Penanganan Darurat Bencana Gempa NTB, per 18 Oktober 2018, jumlah masyarakat yang masih mengungsi akibat gempa beruntun beberapa waktu lalu sebanyak 73.752 jiwa. Sementara itu, masih ada kekurangan sebanyak 67.961 unit hunian sementara (huntara) bagi korban gempa yang rumahnya rusak berat.

Koordinator Data dan Informasi Kogasgabpad Penanganan Darurat Bencana Gempa NTB, Tri Budiprayitno,SIP, M.Si menjelaskan, kekurangan huntara sebanyak itu jika mengacu jumlah warga yang dilaporkan rusak berat sebanyak 83.808 unit.

Disebutkan, jumlah huntara yang sudah terbangun sebanyak 15.847 unit. ‘’Huntara terbangun berdasarkan data yang berasal dari NGO, organisasi masyarakat dan pemerintah,’’ ujarnya dikonfirmasi, Senin, 22 Oktober 2018 siang.

Baca juga:  21 Ribu Korban Gempa di NTB Jatuh Miskin

Disebutkan, target pembangunan huntara yang belum terealisasi dari NGO, ormas dan pemerintah sebanyak 45.154 unit. Disebutkan, huntara yang sudah terbangun di sektor I meliputi wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Kota Mataram sebanyak 2.456 unit. Sektor 2 meliputi wilayah Lombok Utara sebanyak 7.265 unit, Sektor 3 Lombok Timur sebanyak 2.390 unit dan sektor 4 Sumbawa dan Sumbawa Barat sebanyak 42 unit.

Sementara itu, 73.752 pengungsi tersebar pada empat sekktor. Sektor 1 sebanyak 15.083 jiwa, Sektor 2 sebanyak 4.727 jiwa, sektor 3 sebanyak 52.654 jiwa dan sektor 4 sebanyak 1.288 jiwa.

Baca juga:  Rp45 Miliar Dana Tanggap Darurat Mengendap

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.M.Sc berharap,  penanganan pascabencana gempa terus dilakukan percepatan. Ia meminta pembangunan huntara bagi masyarakat korban gempa dapat dipercepat, sebelum datang musim hujan.

Mengenai pembangunan huntara bagi korban gempa, beberapa menteri menyatakan kesiapannya untuk membantu. Seperti Menteri BUMN, yang sudah menyatakan siap menggerakkan BUMN-BUMN yang ada untuk membangun huntara. Yang terpenting, telah dilakukan pemetaan.

Masyarakat terdampak gempa pada tujuh kabupaten/kota di NTB diharapkan dapat tinggal di tempat yang lebih layak, tidak lagi di bawah tenda. Sehingga pembangunan huntara harus segera dipercepat sebelum musim hujan tiba. (nas)