Pascagempa, 16 Perusahaan Ajukan PHK

Ilustrasi PHK (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Jumlah perusahaan yang mengajukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan bertambah di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Sebelum bencana gempa, 19 perusahaan mengajukan PHK sedangkan pascagempa sebanyak 16 perusahaan.

Demikian diungkapkan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PM PTSP) KLU, Vidi Ekakusuma, Senin, 22 Oktober 2018. Vidi menyebutkan, sampai saat ini Bidang Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) – Disnaker memproses 35 kasus PHK.

Ke-35 PHK perusahaan itu melibatkan 184 orang karyawan. Dari jumlah itu, sebanyak 99 orang telah diselesaikan (berhenti bekerja dan diberikan pesangon, red). Sisanya masih berproses dengan 2 orang karyawan diantaranya terpaksa diajukan ke PHI Disnaker Provinsi untuk diselesaikan.

‘’Dampak gempa menimbulkan kerusakan dan kerugian, mau tidak mau perusahaan harus rasionalisasi biaya operasional,’’ ungkap Vidi menyinggung penyebab PHK.

Data pada Bidang PHI Disnaker KLU mencatat, jumlah perusahaan yang beroperasi sebanyak 687 unit. Tenaga kerja yang terakomodir sebanyak 12.386 orang dengan rincian laki-laki 9.613 orang dan perempuan sebanyak 2.773 orang.

Dari jumlah itu, perusahaan yang mempunyai Peraturan Perusahaan (PP) baru 55 perusahaan, 4 perusahaan mempunyai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan karyawan. Perusahaan yang mengakomodir Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) masih rendah yakni hanya 16 perusahaan. Begitu pula lembaga kerjasama bipartit hanya ada di 4 perusahaan.

‘’Sepanjang 2018 sebanyak 35 kasus. Jumlah perusahaan dengan perjanjian yang diakhiri dengan hubungan kerja dan membayar pesangon ada di 21 perusahan. Sedangkan kasus yang belum dan sedang diselesaikan sebanyak 14 perusahaan,’’ paparnya.

Vidi menyatakan, pekerja yang sudah selesai HI atau sudah di-PHK secara otomatis belum mendapat pekerjaan dengan situasi saat ini. Untuk itu, dinas membantu mencarikan solusi. Salah satunya peluang bekerka di kapal pesiar. Eks tenaga perhotelan akan mendapat kemudahan akses bekerja di kapal pesiar.

‘’Kita sedang siapkan kerjasama pelatihan dengan BLK Lotim untuk bekerja di kapal pesiar,’’ katanya.

Disnaker juga menjalin komunikasi dengan BNP2TKI. Lembaga pusat itu menjanjikan peluang kerja sektor formal di Dubai dan Malaysia. Minimal 100 orang akan direkrut untuk TKI/TKW di Dubai dan Malaysia itu.

‘’Pengangguran tidak bisa kita pungkiri, penyebab utamanya tentu post majure di mana infrastruktur rusak akibat gempa. Itu pun mereka butuh renovasi antara 3 sampai 8 bulan,’’ tandasnya. (ari)