Sebulan Menjabat, Zul – Rohmi Buat 13 Gebrakan

Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah - Hj. Sitti Rohmi Djalilah kembali menyapa masyarakat secara langsung lewat program ‘’Jumpa Bang Zul - Umi Rohmi’’ di halaman Kantor Gubernur, Jumat, 19 Oktober 2018 pagi. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd (Zul – Rohmi) , Jumat, 19 Oktober 2018 kemarin genap sebulan memimpin daerah ini. Zul – Rohmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2018-2023 pada 19 September lalu.

Meski baru sebulan memimpin NTB, Zul – Rohmi telah membuat 13 gebrakan. Diantaranya, dalam penanganan cepat pascabencana gempa, Zul – Rohmi membuat tiga gebrakan. Pertama, pencairan dana gempa melalui bantuan pusat, Pemda lain, CSR BUMN, dan CSR perusahaan swasta. Kedua, membentuk Command Centre (Pusat Komando) Penanggulangan  Gempa dan Quick Response Gempa. Ketiga, koordinasi cepat dengan kementerian dan lembaga dengan menemui menteri-menteri terkait rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Dalam bidang reformasi birokrasi, beberapa gebrakan dilakukan. Seperti pelantikan pejabat eselon II atau Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Dengan koordinasi yang cepat dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zul – Rohmi memperoleh izin atau persetujuan Mendagri untuk melantik atau memutasi tujuh pejabat.

Selain itu, percepatan eksekusi program melalui Rapat Forkopimda dan Rapim Gubernur yang rutin sekali dua minggu. Serta Kantor Gubernur terbuka untuk masyarakat.

Dalam bidang pelayanan publik, Zul – Rohmi membuat beberapa terobosan, agar pemimpin dekat dengan masyarakat. Seperti membuat program rutin setiap hari Jumat, ‘’Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi’’. Program pengiriman mahasiswa NTB ke luar negeri yang disebut Beasiswa NTB. Kemudian, Jumat Keliling, NTB Care, NTB Memanggil dan  blusukan ke 10 Kabupaten/Kota di Pulau  Lombok dan Sumbawa.

Baca juga:  NTB Siapkan Gebrakan Awal Menuju Daerah Ramah Investasi

Dalam bidang pengembangan ekonomi dan industri, Zul – Rohmi mempercepat pengembangan Science, Technology and Industrial Park (STIP). Dimana telah dibentuk tim kerja STIP yang sudah mulai bekerja.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc  menaruh keyakinan dengan adanya program dialog yang bertajuk “Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi” akan mampu menuntaskan permasalahan-permasalahan yang muncul di tengah masyarakat. Sebab program tersebut  didesain untuk mempertemukan secara langsung masyarakat dengan pemerintah.

Sehingga apa yang menjadi keluh kesah masyarakat dapat disampaikan dan dicarikan jalan keluarnya oleh pemerintah. ‘’Saya yakin dengan kegiatan seperti ini 80 persen permasalahan di masyarakat NTB dapat diselesaikan. Karena di sini sudah ada para Kepala Dinas terkait yang akan menjawab dan menindaklanjutinya,’’ kata gubernur pada acara ‘’Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi’’ di Halaman Kantor Gubernur NTB, Jumat, 19 Oktober 2018.

Pada kesempatan tersebut hadir Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D dan seluruh Kepala OPD lingkup Pemprov NTB. Gubernur menekankan kepada suluruh jajarannya agar turun langsung menyelesaikan segala persoalan di lapangan.

Dengan demikian katanya, segala macam kesulitan aspirasi masyarakat mulai dari masalah sosial, pendidikan, ekonomi dan infratruktur dapat segera ditangani dengan baik. ‘’Contohnya seperti masalah pencairan dana bantuan gempa. Dari semula yang begitu ribet kini menjadi sangat gampang. Itu berkat komunikasi dan silaturahmi langsung dengan pemerintah pusat,’’ ujarnya.

Baca juga:  Dubes Dijabat Putra Daerah, Pemprov Bakal Perbanyak Anak NTB Kuliah di Turki

Selain lewat program ‘’Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi’’, kata gubernur, masyarakat juga dapat menyalurkan aspirasi melalui program NTB Care. Program NTB Care  menjadikan NTB selangkah lebih maju ke depan. Saat ini, melalui aplikasi yang dapat didownload lewat play store ini, masyarakat yang berhalangan hadir bertemu gubernur dan wakil gubernur dapat menyampaikan aspirasi dan gagasannya secara online.

‘’Dengan kedua program ini segala masalah masyarakat insya Allah dapat terjawab dan terselesaikan dengan baik,’’ pungkasnya.

Pekan kedua pelaksanaan program ‘’Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi’’, masyarakat yang datang semakin banyak. Bahkan ada yang datang dari Pulau Sumbawa dan Bima untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Keluhan atau aspirai yang disampaikan beragam. Mulai dari persoalan Pilkades seperti yang terjadi di Desa Ombe, Lombok Barat. Persoalan honorer K2 Dompu, masalah pembangunan infrastruktur jalan dan pembebasan lahan warga yang dijadikan jalan provinsi di Sumbawa Barat.

Selain itu, warga juga menyampaikan aspirasi mengenai pembangunan Bendungan Mujur Lombok Tengah (Loteng). Gubernur mengatakan, persoalan pembangunan Bendungan Mujur di tingkat pusat tidak ada. Persoalannya berada di daerah yaitu terkait relokasi warga yang akan terkena dampak. (nas)