Kata Menteri Sosial Soal Anggaran Jadup

Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita (Suara NTB/nas)

Praya (Suara NTB) – Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan anggaran untuk jaminan hidup (jadup) bagi korban gempa NTB  sudah ada. Namun, jadup akan diberikan kepada warga korban gempa setelah tinggal di hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap).

‘’Kami pastikan anggaran jadup itu ada. Hanya saja perlu pengertian dari semua pihak, ada aturan-aturan juga yang harus kita ikuti mengenai Jadup,’’ kata Agus dikonfirmasi di sela-sela mendampingi Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) kunjungan kerja di NTB bertempat di Ruang VIP Lombok International Airport (LIA), Kamis, 18 Oktober 2018.

Baca juga:  21 Ribu Korban Gempa di NTB Jatuh Miskin

Ia menjelaskan, korban gempa yang berhak mendapatkan jadup adalah mereka yang sudah tinggal di huntara atau huntap. Ada juga aturan yang mengatakan calon penerima jadup harus direkomendasikan pemerintah daerah ke Kementerian Sosial (Kemensos).

Setelah menerima rekomendasi nama-nama calon penerima jadup, Kemensos  kemudian melakukan proses verifikasi. Ia  menyebutkan baru tiga pemda yang sudah menyampaikan rekomendasi nama-nama penerima jadup ke Kemensos.

Namun, Agus tak menyebutkan tiga pemda tersebut. Daerah terdampak gempa di NTB ada tujuh Pemda, yakni Lombok Utara, Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Baca juga:  Catatan BNPB, Lima Daerah Belum Validasi Data Anomali

Agus mengungkapkan berdasarkan hasil rapat koordinasi Kemensos dengan Kementerian Keuangan dan BNPB, telah ada kesepakatan, bahwa bantuan jadup sesuai  aturannya paling lama 30 hari. Tapi bisa diperpanjang sampai 90 hari.

“Hasil dari koordinasi kami, diputuskan bahwa penerima jadup full tiga bulan, 90 hari adalah mereka yang rumahnya rusak berat. Sedangkan penerima jadup, dua bulan mereka yang rumahnya rusak ringan dan sedang,” jelas Agus.

Seperti diketahi, pemerintah pusat melalui Kemensos telah menjanjikan pemberian Jadup bagi masyarakat yang menjadi korban gempa. Pemerintah akan memberikan Jadup sebesar Rp10.000 per hari per jiwa. (nas)