Dipercaya sebagai Dubes Turki

Lalu Muhammad Iqbal (Suara NTB/ist)

LALU Muhammad Iqbal, putra asal NTB dipilih Presiden RI Joko Widodo sebagai Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Turki. Ia akan efektif bertugas Desember 2018 mendatang, setelah melalui pelantikan di Jakarta.

Muhammad Iqbal sebelumnya adalah Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia – Bantuan Hukum Indonesia (PWNI – BHI) pada Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Selain bergulat di bidang advokasi WNI yang tersandung masalah di luar negeri, ia juga jadi juru bicara Kemlu.  Dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR RI, Iqbal terpilih dari 22 nama calon yang turut diseleksi.

 Meski terpilih, Lalu Muhammad Iqbal tidak berbesar hati. Ia mengaku masih menunggu pelantikan, kemudian akan melakukan banyak hal dalam amanah barunya. NTB, daerah kelahirannya, tidak luput dari perhatiannya.

‘’Insya Allah saya akan bantu terus (NTB), dalam kapasitas amanah yang diembankan kepada saya. Sudah kewajiban saya sebagai putra daerah,’’

katanya menjawab Suara NTB, Sabtu (6/10) via pesan instan.

Dalam kapasitasnya sebagai pejabat Kemlu,  sudah banyak upaya dilakukan.  Hubungannya dengan Gubernur NTB terpilih, Dr.H. Zulkieflimansyah sangat baik dan dalam banyak kesempatan mereka melakukan kegiatan bersama. Bahkan sebelum menjadi gubernur, koordinasi dan kerjasama itu sudah terjalin.

Ia paham bagaimana gubernur saat ini sedang gencar mengirim mahasiswa penerima beasiswa ke luar negeri untuk kepentingan peningkatan SDM.  Baginya, setelah menjadi Dubes, akan memudahkan upaya membantu gubernur membangun NTB untuk meningkatkan SDM.

‘’Karena saya sepandangan dengan beliau membangun SDM melalui beasiswa ke luar negeri,’’ jawabnya.

Sejumlah pertanyaan dilontarkan terkait  program dalam menjalin hubungan bilateral dengan negara yang dipimpin Recep Tayyip Erdoğan  itu. Namun tidak dijawabnya. Sebab masih menunggu proses pelantikan. ‘’Ini kan baru disetujui DPR, sedang diusulkan ke Presiden. Prosesnya harus mendapatkan persetujuan Presiden dan Pemerintah Turki,’’ jelasnya. (ars)