Proyek Kawasan Bisnis Cakranegara Diserahkan ke Pemkot

Sejumlah kendaraan parkir di atas trotoar yang baru rampung dikerjakan oleh Satker PBL. Kawasan bisnis Cakranegara masih terlihat semrawut, dan segera ditertibkan. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Selasa, 2 Oktober 2018 menyerahkan penataan di kawasan bisnis Cakranegara sebagai aset Pemkot Mataram. Kawasan yang dirancang mirip seperti konsep Jalan Malioboro, Yogyakarta, terlihat semrawut.

Kesemrawutan disebabkan oleh parkir kendaraan di sembarang tempat, pasar tumpah serta tak tertatanya pedagang kaki lima.

Pantauan Suara NTB, lampu hias dan kursi telah terpasang di sepanjang Jalan Hasanuddin dan Selaparang. Trotoar pun tertata rapi. Namun demikian, pengendara masih saja memarkirkan kendaraannya di atas trotoar yang baru rampung dikerjakan.

Kepala Satker PBL Kementerian PUPR, Ika Sri Rejeki mengatakan, penataan di kawasan bisnis Cakranegara telah selesai dikerjakan. Setelah masa pemeliharaan selama enam bulan oleh kontraktor, hasilnya diserahkan ke Pemkot Mataram sebagai aset pemerintah daerah. “Kita baru melaporkan pekerjaanya telah rampung ke Walikota,” kata dia.

Baca juga:  Tunggakan Aset di DPRD Mataram, Majelis TPTGR Belum Terima Laporan

Pengerjaan tahap pertama menghabiskan anggaran Rp5 miliar. Secara keseluruhan estimasi yang dihitung kata Ika, penataan kawasan itu sekitar Rp25 miliar. Penataan kawasan bisnis Cakranegara dimaksudkan agar ramah bagi pejalan kaki, disabilitas dan aktivitas ekonomi.

Tapi diakui, kawasan tersebut masih semrawut oleh keberadaan PKL dan parkir liar serta pasar tumpah. “Penanganannya kita serahkan ke Pemkot Mataram untuk itu. Kalau kami tidak masuk ranah itu,” jawabnya.

Baca juga:  Soal Aset di Gili Trawangan, Pemprov NTB Pertimbangkan Dua Opsi

Untuk penataan selanjutnya, Ika belum berani memastikan. Termasuk segmen apa yang akan dikerjakan oleh Satker PBL.

Sekda Kota Mataram Ir. H. Effendi Eko Saswito menegaskan, segera akan membentuk tim untuk menindaklanjuti pemanfaatan kawasan bisnis Cakranegara. Tim akan memetakan bagaimana penanganan PKL, parkir dan pasar tumpah. “Saya sudah diperintahkan Pak Wali dan segera kita bentuk tim,” ucap Sekda.

Pemkot Mataram kata dia, komitmen terhadap konsep dikerjakan oleh Satker PBL. Pemerintah juga mendukung pelaksanaan itu. Pemanfaatan lahan parkir nantinya telah ada komunikasi dengan pemilik lahan di Selaparang Square dan pengurus pura. (cem)