Barapan Kebo akan Masuk 100 Event Nasional

NAIKI KARENG - Yachter (perempuan) tengah mencoba menaiki kareng barapan kebo Saka Buffalo Race (Suara NTB/arn)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kejuaraan Dunia Barapan Kebo di Sumbawa atau yang dikenal SAKA Buffalo Race World Championship akan diusahakan masuk sebagai salah satu dari 100 event Wonderfull Indonesia di tahun depan. Mengingat barapan Kebo di Sumbawa ini cukup unik dan memiliki nilai budaya yang tinggi.

“Saya mendukung, kalau SAKA Buffalo Race ini dijadikan festival khusus (yang berdiri sendiri) supaya kita fokus. Sebab SAKA ini punya nilai luar biasa. Tidak ada di tempat lain dan punya nilai budaya yang tinggi yang selama ini belum terungkap. SAKA sebagai simbol tiang kebduayaan dan kehidupan masyarakat disini. Makanya sangat kita mempertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam Festival di Indonesia. Kalaupun di seluruh Indonesia hanya mengambil 100 wonderfull event, maka SAKA menjadi salah satunya,” kata Pejabat Senior Kementerian Pariwisata yang juga Koordinator Wilayah NusaTenggara untuk 100 wonderfull event di Indonesia, Ratna Suranti, kepada Suara NTB, usai malam penyerahaan penghargaan kepada para Juara SAKA Buffalo Race, Minggu, 16 September 2018.

Koordinator Calender Of Event (COE) Kemenpar, Ratna melihat banyak budaya yang belum terungkap di Indonesia, salah satunya di Sumbawa. Termasuk pula potensi potensi pariwisata lainnya yang perlu dieksplore dan diperkenalkan kepada dunia.

Sebelumnya, dalam testimoni Kurator Festival di Indonesia, Taufik Rahzen yang juga penasehat Menpar, Taufik Rahzen, mengusulkan agar SAKA Buffalo Race kedepannya dijadikan event tersendiri lepas dari Festival Pesona Moyo. Agar lebih fokus menguak sejarah dan nilai nilai kebudayaan melalui barapan Kebo. Yang kemudian dipadukan dengan kegiatan lainnya, seperti pasar lelang ternak yang dilakukan secara terbuka.

Barapan Kebo yang dikemas dalam event Saka Buffalo Race World Championship yang di laksanakan di Arena Barapan Sumer Payung, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Sabtu (15/9) kemarin berlangsung menarik. Tidak hanya berkesan bagi para turis mancanegara, namun juga bagi tamu dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Untuk itulah, Kemenpar berkomitmen mendukung event ini sekaligus mempromosikannya, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu Yachter asal Australia, Reney mengaku sangat senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan Barapan Kebo ini. Saat mencoba, menurutnya sangat menegangkan. Sebab, kerbaunya melaju dengan cepat, namun tetap bertahan di atas kareng. “Sangat bagus untuk mengumpulkan orang secara bersama-sama seperti ini. Jadi kami bisa mengetahui salah satu kebudayaan di Sumbawa. Kami sangat berterimakasih karena bisa diajak untuk menyaksikan dan berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Dia mengaku tidak bisa memastikan apakah akan datang lagi pada pekan depan. Namun, dia akan menceritakan kegiatan ini kepada semua teman dan keluarganya. Sementara Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, H. Junaidi menyebutkan, membangun sektor pariwisata tidak lepas dari tiga unsur. Yaitu aksesibilitas, aminitas dan atraksi. Ketiga unsur tersebut berjalan beriringan. Salah satu dari ketiga unsur pembentuk image kepariwisata adalah atraksi.

Atraksi yang disuguhkan minimal mempunyai brand dan keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh daerah lain, serta familiar di tingkat masyarakat. Karapan Kerbau Sumbawa merupaka salah satu jenis atraksi rakyat Sumbawa yang unik serta patut dijadikan daya tarik atau atraksi wisata unggulan daerah. Sehingga dilaksanakan kegiatan SAKA Buffalo Race World Championship ini. Dimana kegiatan ini diarahkan dapat merespon kerinduan wisatawan akan sesuatu yang unik dan tidak ditemukan di daerahnya masing-masing. Saka Buffalo Race Worldchampionship tahun 2018 ini dilaksanakan sebanyak empat seri. Pada kegiatan seri terakhir dihadiri 37 yachter. (arn/ind)