TGB dan Cagub Terpilih Keliling Sambangi Korban Gempa di KLU

0
163

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bersama Gubernur NTB terpilih, Dr. H. Zulkieflimansyah, selama dua hari ini berkeliling menyambangi korban gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Selasa, 7 Agustus 2018, TGB dan Dr. Zul – sapaan akrab Gubernur NTB terpilih, mendatangi kawasan Telaga Wareng, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, KLU.

TGB mengatakan, di Dusun Telaga Wareng, seluruh rumah penduduk hancur merata. Bahkan, warga yang berada di sana mengalami kesedihan yang luar biasa. “Namun saudara-saudari kita di sini tetap teguh dalam kesabaran dan keikhlasan,” kata orang nomor satu di NTB ini. Melihat kondisi rumah warga yang porak poranda, Gubernur NTB dua periode ini langsung meneteskan air mata.

Menghadapi bencana yang terjadi, gubernur mengatakan  tak ada yang lebih pantas selain ikhtiar dengan penuh kesungguhan bersama seluruh pihak yang komit membantu. Pemerintah pusat dengan BNPB, Basarnas, Kementerian/lembaga terkait, TNI-Polri, Lembaga-lembaga sosial, ormas, para relawan dan unsur masyarakat lainnya.

“Bekerja bersama, bergandengan tangan untuk menangani tanggap darurat dan selanjutnya rehabilitasi serta rekonstruksi,” katanya.

Pascagempa dengan kekuatan 7 SR yang mengguncang NTB, Minggu, 5 Agustus lalu, TGB langsung turun tangan mulai Senin dini hari, 6 Agustus 2018.  Sejak dini hari setelah gempa berkekuatan 7 SR, gubernur langsung menemui para korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung.

Di lokasi gempa, khususnya di Lapangan Tanjung dan RSUD, gubernur menyaksikan ratusan korban luka sudah memenuhi halaman rumah sakit. Tidak hanya luka-luka, korban meninggal pun menghiasi pemandangan gubernur dini hari itu.

Di Lapangan Tanjung, ratusan masyarakat berkumpul untuk menyelamatkan diri. Tidak tinggal diam, gubernur pun memberikan pertolongan kepada masyarakat. Bahkan sejumlah jenazah, diangkat oleh gubernur.

TGB menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelamatkan jiwa. Baik yang masih tertimpa bangunan maupun yang ada di rumah sakit. Untuk masyarakat yang mengungsi, pemerintah segara melakukan penyediaan logistik, berupa makanan. Selain makanan, obat-obatan sangat perlu untuk para korban.

Dan yang lebih perlu adalah kebutuhan darah. Sebab, rata-rata korban mengalami luka berat, seperti patah tulang. Selain itu, TGB mengimbau masyarakat yang sehat, untuk membantu masyarakat terkena dampak gempa, baik di lokasi maupun di rumah sakit. Di rumah sakit, untuk mendonorkan darah yang akan dipergunakan untuk menolong para korban. (nas)