Bantuan Rp10 Miliar Dikoordinir Kementan Mulai Disalurkan

0
55

Mataram (Suara NTB) – Bantuan dari koordinasi Kementerian Pertanian dengan stakeholders senilai Rp10 miliar pada Rabu, 8 Agustus 2018 kemarin, mulai disalurkan. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB menjadi ujung tombaknya di daerah.

Atas koordinasi langsung oleh Kementerian Pertanian, nilai bantuan untuk korban gempa di Lombok terkumpul Rp 10 miliar. Pendistribusiannya dibagi dalam bentuk dana tunai Rp5 miliar, dan Rp5 miliar sisasnya diberikan dalam bentuk kebutuhan-kebutuhan strategis korban gempa.

Rp5 miliar untuk kebutuhan strategis ini, terkumpul dari kelompok Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) se Indonesia, bersama PT. Charoen Pokphand.

“Dana dalam bentuk tunai untuk bantuan korban gempa, nantinya akan diserahkan langsung oleh Sekjen Kementan,” demikian Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Dra. Hj. Budi Septiani usai menerima bantuan dari manajemen PT. Charoen Pokhpand di kantornya, Rabu, 8 Agustus 2018 kemarin di Mataram.

GM Human Capital PT. Charoen Pokhpand Indonesia, Baso Alim Bahri dan Mahfud selaku Manajer Marketing Wilayah NTB menyerahkan bantuan tersebut ke Dinas Ketahanan Pangan NTB. Meski tidak seluruhnya, bantuan dari perusahaan yang bergerak di sektor hulu hilir perunggasan ini rencananya akan didistribusikan secara bertahap.

Pada tahap awal kemarin, pendistribusian bantuan dari PT. Charoen Pokhpand Indonesia terdiri dari air mineral, minuman cup, telur, sosis dan beras.

“Kami mendatangkannya langsung dari Bali dan Jakarta. Dengan pertimbangan kemungkinan di sini kurang ketersediaan stoknya,” demikian Baso Alim.

Selain beras dan telur, perusahaan ini juga rencananya akan mendistribusikan bantuan dalam bentuk daging segar kepada korban gempa. Termasuk melibatkan psikiater untuk memulihkan kembali trauma para korban gempa.

Hj. Budi Septiani menyambung, bantuan tahap awal didistribusikan kepada tujuh kecamatan di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara. Masing-masing ke Kecamatan Gunung Sari, Batu Layar, Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan dan Bayan.

Selain bantuan atas koordinasi Kementerian Pertanian ini, pemerintah daerah juga rencananya akan menggelontorkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Saat CPP dalam bentuk beras yang disimpan di Perum Bulog sebanyak 100 ton. Pada gempa pertama 29 Juli 2018 dengan pusat gempa di sekitaran Sambelia, Lombok Timur (6,4 SR) Dinas Ketahanan Pangan telah menggelontorkan sebanyak 5 ton.

“Pak Gubernur meminta kami mengeluarkan CBP (Cadangan Beras Pemerintah) yang jumlahnya 100 ton. Kalau itu kewenangannya ada di Dinas Sosial. Yang ada di kami CPP. Dan CPP ini dapat didistribusikan pascabencana, atau setelah pemerintah tidak lagi menyatakannya dalam masa tanggap darurat. Tapi CPP ini juga akan kami keluarkan,” demikian Hj. Budi. (bul)