Timses Suhaili-Amin dan Ahyar-Mori Optimis Menang

0
30

Mataram (Suara NTB) – Ketua Tim Pemenangan pasangan Cagub/Cawagub nomor urut 1, HM. Suhaili FT-Muhamad Amin (Suhaili-Amin), Baiq Isvie Rupaeda mengaku, pihaknya belum menerima klaim kemenangan yang telah disuarakan oleh paslon nomor urut tiga Dr. Zulkieflimansyah-Dr.Hj.Siti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) yang merujuk pada hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

Dikatakan Isvie, pihaknya memiliki data tabulasi form C1-KWK dari seluruh saksi di TPS di NTB yang menyebutkan jika paslon yang didukung koalisi tiga parpol, Golkar, PKB dan Partai Nasdem itu masih unggul dari paslon Zul-Rohmi.

‘’Memang kita punya tabulasi perhitungan suara dari para saksi. Itu masih berjalan hingga kini. Dan, sampai tadi malam, kita masih unggul. Namun, kami berkomitmen menunggu perhitungan resmi dari real count KPU NTB,” ujar Isvie kepada wartawan, Kamis, 28 Juni 2018.

Sekretaris DPD I Golkar NTB itu menyatakan, batalnya LSI Denny JA merilis hasil quick count mereka pada Rabu, 27 Juni 2018 petang, jelas menjadi indikator Pilgub NTB kali ini belum ada satupun paslon pemenangnya.

Oleh karena itu, Isvie menghimbau semua pihak, baik relawan dan pendukung paslon Suhaili-Amin agar bersabar menunggu hasil perhitungan secara resmi oleh pihak KPU NTB. Selain itu, Ketua DPD Golkar NTB telah pula mengeluarkan instruksi pada semua Ketua DPD II Partai Golkar di semua wilayah NTB agar mengamankan form C1-KWK yang telah dikumpulkan para saksi di semua TPS.

Baca juga:  Ini Komitmen Pasangan Sukma Usai Dilantik

‘’Jadi, kalau ada sekarang ini paslon lain yang menyatakan dirinya menang, maka belumlah. Kan LSI Denny JA memiliki dua versi hasil yang berbeda-beda hasilnya di dua media berbeda. Yakni Antara dan Tempo dengan selisih 0,02 persen. Baiknya, kita serahkan ke lembaga resmi. Yakni, KPU,’’ kata Isvie.

Terpisah, juru bicara paslon Suhaili-Amin, Hasan Masat, menyatakan pihaknya menolak hasil perhitungan cepat yang dilakukan oleh LSI Denny JA. Sebab, proses Pilkada NTB hingga kini masih berjalan.

Sementara itu di tempat terpisah, Sekretaris Tim pemenangan pasangan Cagub/Cawagub nomor urut 2, Ahyar Abduh-Mori Hanafi (Ahyar-Mori) Ali Utsman Ahim, Kamis, 28 Juni 2018 kemarin dengan menyatakan bahwa Ahyar-Mori -lah pemenang Pilkada NTB 2018.

‘’Kita masih yakin kita yang unggul meskipun dengan selisih  di bawah satu persen,’’ujar Ali yang didampingi oleh sejumlah politikus Gerindra, di Kantornya, Kamis, 28 Juni 2018.

Ditegaskan oleh Ali, klaim keunggulan Ahyar-Mori tersebut dari data hasil tabulasi form C1-KWK yang sedang diolah oleh timnya. Ia menyampaikan bahwa sampai saat ini (kemarin), data C1-KWK yang sudah masuk sudah sampai 72 persen.

‘’Tinggal 1.200 TPS yang belum masuk, masih diperjalanan. Jadi kami sangat percaya diri kamilah yang unggul, bersaing dengan Zul-Rohmi. Dan kalau kami tidak percaya diri, mana mungkin kami berani menyampaikannya kepada publik,’’ tegasnya.

Baca juga:  Dilantik Gubernur, Ini Komitmen Pasangan Lutfer untuk Kota Bima

Pihaknya kini tengah mengawal proses rekapitulasi suara, sampai menunggu hasil resmi KPU. Diyakini sampai hasil resmi KPU pun, perolehan suara Ahyar-Mori tidak berbeda jauh dengan hasil rekapitulasi internalnya. ‘’Kalaupun kami kalah, ya kalah tipis, dan kami siap akan menggugat ke MK,’’ katanya.

Data hasil hitung cepat KPU, yang diakses via website-nya, pada pukul 18.00 Wita, menunjukkan data C1 yang berasal dari TPS, yang sudah terinput sebesar 88,66 persen, atau sebanyak 7.391 dari total 8.336 TPS se-NTB, form C1-nya sudah masuk.

Dari 88,66, persen data C1 yang sudah masuk tersebut, memperlihatkan bahwa pasangan Zul-Rohmi masih unggul, dengan perolehan suara sebesar 30,72 persen atau 693.700 suara. Di posisi kedua ditempati oleh pasangan nomor urut 1, Suhaili FT – Moh. Amin (Suhaili-Amin) yang memperoleh dukungan sebanyak 27,54 persen, atau 621.854 suara.

Perolehan suara ke tiga, ditempati paslon nomor urut 2, Ahyar Abduh -Mori Hanafi (Ahyar-Mori), yang memperoleh 26,04 persen atau 587.992 suara. Sementara paslon nomor urut 4, M. Ali BD – Lalu Gede Sakti (Ali-Sakti) dengan perolehan suara sebesar 16,70 persen atau 354.538 suara. (ndi)