Ahyar Abduh Mulai Aktif, Program Tak Boleh Bernuansa Kampanye

Mataram (Suara NTB) – Calon Gubernur NTB, H. Ahyar Abduh terhitung sejak Sabtu, 24 Juni 2018 mulai aktif  kembali menjabat sebagai Walikota Mataram. Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) mengingatkan tiga hari sebelum pemilihan agar tidak ada kegiatan kedinasaan yang bernuansa kampanye atau berkonten politik.

Anggota Panwaslu Kota Mataram, Hasan Basri mempersilakan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh yang notabene sebagai salah satu kandidat pada Pilkada 2018 melakukan halalbihalal, rapat koordinasi dengan pimpinan SKPD atau kegiatan lainnya. Tetapi diingatkan kegiatan tersebut tidak boleh ada konten berbau kampanye.

“Iya silakan saja kalau mau halalbihalal atau rakor. Tapi jangan ada konten kampanye,” kata Hasan dikonfirmasi, Sabtu, 23 Juni 2018. Masa tenang selama tiga hari sebelum pencoblosan dinilai rawan. Artinya, calon yang kebetulan kembali menjabat sebagai kepala daerah diantisipasi tidak memanfaatkan waktu singkat itu untuk mempengaruhi bawahan atau masyarakat lainnya.

Jika itu terjadi tegas Hasan, Panwas akan melakukan tindakan tegas. “Kita sudah berkali – kali mengingatkan,” katanya. Penegakan pelanggaran kampanye pengawas pemilu memiliki sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu). Tim ini terdiri dari Kepolisian, Kejaksaan dan Panwaslu.

Kasus pelanggaran pemilu bisa diplenolakan dan terbukti unsur formil dan materil, maka ancamannya bisa pembatalan calon. “Jangan main – mainlah,” katanya mengingatkan. Hasan menambahkan, pada tiga hari kedepan tetap melakukan pengawasan. Jangan sampai kebijakan maupun instruksi menguntungkan atau merugikan pasangan calon lainnya.

Sementara itu, masa cuti kampanye Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh akan berakhir pukul 00.00 Wita, Minggu, 24 Juni 2018. Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana mengatakan, secara otomatis fasilitas, gaji maupun kebijakan lainnya yang berkaitan dengan pemerintahan kembali. “Pak Wali setelah cuti bisa kembali menempati Pendopo,” kata Putu. (cem)