Curhat Dirut ITDC Saat Panglima TNI dan Kapolri Kunjungi KEK Mandalika

Praya (Suara NTB) – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, melakukan kunjungan khusus ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kamis, 31 Mei 2018.

Momentum tersebut pun menjadi ajang curhat Direktur Utama (Dirut) Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan jajaran, terkait sejumlah persoalan yang dihadapi dalam proses pengembangan KEK Mandalika. Terutama terkait soal gangguan keamanan yang masih saja terjadi di dalam KEK Mandalika.

Terkait persoalan tersebut, Panglima TNI bersama dengan Kapolri yang didampingi Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi menegaskan, komitmennya untuk bersama-sama membangun sinergisitas dalam upaya mendukung pengamanan KEK Mandalika. Terlebih KEK Mandalika sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis nasional.

‘’Tadi Pak Panglima TNI dan Kapolri menegaskan komitmennya kepada kami untuk terus membangun sinergisitas antara TNI dan Polri. Dalam mengawal dan mengamankan pembangunan di KEK Mandalika. Diminta atau tidak,’’ tegas Dirut ITDC, Abdulbar M. Mansoer mengutip komitmen Panglima TNI dan Kapolri.

 Karena bagaimanapun juga katanya, KEK Mandalika sudah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional dan aset negara yang wajib dikawal dan diamankan oleh TNI bersama dengan pihak kepolisian. Sehingga tidak ada alasan bagi TNI dan Polri bersama jajarannya ke bawah untuk tidak mendukung pembangunan di KEK Mandalika.

 Abdulbar mengaku, sampai saat ini masih saja muncul gangguan dalam proses pembangunan di KEK Mandalika. Salah satunya dipicu oleh persoalan lahan. Di mana masih ada beberapa pihak yang mengklaim kepemilikan lahan di dalam kawasan Mandalika. Padahal seluruh lahan kawasan Mandalika sekarang ini sudah terbit sertifikat HPL-nya dari BPN pusat.

 Sehingga kalau persoalan tersebut tidak segera diatasi, dikhawatirkan bisa mengganggu iklim investasi di KEK Mandalika. Terlebih saat ini, minat investor untuk berinvestasi di KEK Mandalika cukup tinggi. Untuk itu, dukungan pengamanan dari TNI terutama lagi kepolisian sangat diharapkan. Agar pengembangan KEK Mandalika bisa berjalan aman dan lancar sesuai dengan target yang ada.

 Di tempat yang sama, Kapuspenmas TNI, Brigjen TNI Muhammad Hasan, menegaskan sebagai aset berharga milik negara, KEK Mandalika wajib dikawal dan diamankan oleh TNI. Dengan kata lain, TNI harus terlibat dalam menjaga keamanan  kawasan Mandalika. Sehigga seluruh proses pembangunan di kawasan tersebut bisa berjalan aman dan lancar.

 ‘’Jadi mau diminta atau tidak, karena ini proyek strategis nasional sekaligus aset negara maka TNI harus ikut mensukseskan pembangunan di KEK Mandalika,’’ tegasnya.

Investasi Rp 12 Triliun

Sementara itu, persiapan pembangunan sirkuit Moto GP di dalam KEK Mandalika saat ini terus dimantangkan. Vinci, perusahaan asal Perancis selaku investor yang akan membangun sirkuit tersebut kini sudah menyelesaikan tahap penyusunan desain. Di mana nantinya, pembangunan fasilitas olahraga kelas dunia tersebut diperkirakan bakal menghabiskan anggaran hingga 900 juta dolar Amerika atau setara Rp 12 triliun.

Abdulbar M. Mansoer, kepada wartawan saat memberikan keterangan pers di kantor ITDC KEK Mandalika, Kamis, 31 Mei 2018 menjelaskan, pembangunan sirkuit Moto GP tersebut sudah pasti akan dibangun. Pihak investor pun menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kerjasama dengan ITDC terkait rencana pembangunan fasilitas tersebut.

‘’Penyusunan desain sirkuit sudah selesai dilakukan oleh pihak investor dan saat ini. Sekarang kita tengah melangkah ke tahap selanjutnya,’’ jelas Abdulbar. Jika tidak ada halangan berarti, direncanakan usai lebaran mendatang groundbreaking pembangunan sirkuit tersebut akan dimulai.

Ia menegaskan, total investasi yang bakal digelontorkan oleh investor tersebut selain untuk membangunan fasilitas sirkuit seperti jalan dan fasilitas pendukung sirkuit lain. Juga untuk membiayai pembangunan berbagai fasilitas penunjang. Seperti hotel dan fasilitas penunjang pariwisata lainnya.

Konsep sirkuit tersebut juga tidak permanen. Dalam arti, jalan yang digunakan sebagai lintasan balapan tersebut nantinya tetap akan dibuka jika sedang tidak ada balapan. Kecuali kalau sedang ada balapan, barulah lintasan akan ditutup.

‘’Jadi sirkuit tersebut tetap akan digunakan sebagai jalan umum menuju berbagai fasilitas perhotelan didalam kawasan ketika sedang tidak ada balapan,’’ terangnya.

Lebih lanjut Abdulbar menambahkan, sirkuit beserta berbagai fasilitas penunjang yang ada tersebut akan dibangun di dalam satu kawasan seluas 120 hektar. Lahan tersebut pun sudah dipersiapkan oleh pihak ITDC selaku pengelola KEK Mandalika.

Guna mendukung rencana pembangunan sirkuit tersebut, pihak ITDC saat ini sudah mulai melakukan perataan lahan serta pembuatan badan jalan. Sedangkan untuk pembangunan jalannya sendiri itu menjadi tanggung jawab pihak investor. Karena memang spesifikasi jalan yang akan dibangun sebagai sirkuit tersebut berbeda dengan jalan pada umumnya.

Disesuaikan dengan spesifkasi yang telah ditentukan oleh pihak investor. ‘’Prinsipnya kita hanya menyiapkan lahan dan pembangunan badan jalan. Selebihnya itu menjadi tanggung jawab pihak investor,’’ pungkasnya. (kir)